Showing posts with label Cerita Tante. Show all posts
Showing posts with label Cerita Tante. Show all posts

Tuesday, September 11, 2012

Ooooh Suamiku Tercinta Kau Sungguh Hebat


Cerita Seks Dewasa - Namaku Dina Rozana, biasa dipanggil Dina…. Aku berasal dari ras Melayu dan tinggal di Kuala Lumpur, Malaysia. Sehari-hari, aku bekerja sebagai seorang customer service di sebuah Islamic Bank terkemuka di downtown KL. Suamiku bekerja sebagai seorang engineer di sebuah big multi-national company.

Pekerjaannya membuat suamiku sering berkeliling ke banyak negara dan memiliki pergaulan internasional. Pembawaan suamiku yang supel dan ramah membuatnya memiliki banyak sahabat karib yang multi-ras. Banyak orang bilang, kalau aku dapat dikategorikan sebagai wanita yang memiliki rupa dan tubuh menarik. Walau tidak secantik ratu dunia, tapi kalau lelaki lihat pasti menoleh sedikitnya dua kali. Ini bukan sombong, melainkan kenyataannya memang begitu. Tak heran kalau aku tak mengalami kesulitan sama sekali ketika melamar pekerjaan sebagai seorang customer service. Aku pun selalu mendapat pujian dari kawan-kawan suamiku setiap kali mereka berjumpa dengan kami. Tentu saja sebagai seorang wanita aku merasa tersanjung. Kebetulan walaupun sering berkerudung, aku gemar pula mengenakan pakaian ketat yang menampakkan lekuk-lekuk bentuk tubuhku. Tentu saja aku berpakaian seperti itu hanya di luar jam kerja. Biasanya jika ada acara party atau sekedar kumpul-kumpul bersama kawan-kawan suamiku. Memang suamiku sudah bersahabat dengan kawan-kawannya jauh sebelum menikah denganku. Keakraban mereka seperti sudah melebihi saudara sendiri. Setelah kami menikah, mau tak mau aku mulai mengakrabi mereka juga. Lambat laun, aku pun terbiasa dengan tingkah laku mereka…. Malah di antara mereka ada pula yang berani mengajakku bergurau dengan cara porno. Kebetulan mereka pun tahu kalau kami suami isteri memang open-minded dan tidak kolot. Aku melayaninya saja karena aku berusaha menghargai latar belakang budaya teman-teman suamiku itu yang keturunan China dan India, yang tentu saja lebih liberal daripada lingkungan keluargaku yang muslim. Bagaimanapun, sampai sejauh itu aku hanya berani di mulut. Kalau ada yang coba-coba iseng ingin menciumku atau mencuri kesempatan lebih jauh lagi, aku pasti menolak juga. Paling jauh, aku hanya membiarkan mereka memelukku atau menyentuhku dalam batas-batas yang wajar. Di luar itu, bagiku kehormatanku hanya untuk lelaki yang jadi suamiku. Di kesempatan ini, aku mau berbagi cerita tentang pengalamanku dikerjai oleh teman-teman suamiku. Waktu itu aku aku baru menikah dan belum punya anak. Saat itu hari ulang tahun pernikahanku yang pertama. Kami rayakan dalam satu pesta sederhana dengan teman-teman sekantor suamiku. Kawan-kawan suamiku itu ada yang masih bujang dan ada pula yang sudah menikah. Karena acara ini adalah private party, malam itu aku memakai baju yang seksi sedikit… dengan tali halus dan leher lebar yang leluasa menampakkan pangkal buah dadaku yang ranum dan padat… rok pendek sampai pangkal paha… warna hitam lagi.. Sementara kubiarkan rambutku yang sebahu mengembang bebas terbuka… Hitung-hitung sekedar selingan dari kostum sehari-hariku yang mengharuskanku berkerudung… Lagipula, ini adalah perayaan ulang tahun pernikahan kami… Aku merasa wajib untuk tampil secantik dan semenarik mungkin… Dengan make up yang simple nampaklah jelas kecantikan alamiku. Walaupun sudah bersuami tapi kami jarang dapat bersama karena suami sering tugas ke luar negeri.

 Jadi tubuhku masihlah kencang seperti saat gadis sebab tak terlalu sering dijamah oleh suamiku… tapi aku tetap bahagia dengannya. Singkat cerita, kami pun sampai di rumah kawan yang menyelenggarakan acara itu. Aku bersalaman dengan kawan-kawan suamiku. Kebetulan mereka sudah lengkap hadir di sana… Teman-teman suamiku itu berjumlah 8 orang… tapi aku agak heran sebab tak ada wanita lain selain aku. Ketika kutanya mereka, katanya istri mereka sedang tidak free, ada yang harus jaga anak demamlah, ada yang harus beresin sesuatu dirumahlah. Pokoknya ada saja alasan masing-masing. Jadi acara makan dan potong kue pun dimulai. Aku tidak sangka mereka menghidangkan minuman keras juga… Sepengetahuanku, suamiku adalah seorang yang tak pernah suka minuman keras… tapi malam itu suamiku bisa minum sampai mabuk, juga termasuk aku….. Sebenarnya aku tidak mau minum, tetapi setelah dipaksa kawan-kawan suamiku dan demi menjaga perasaan mereka dan suami (nanti dikata aku tak ikut memeriahkan suasana). Jadi aku pun minumlah… walaupun itulah pertama kalinya aku menyentuh minuman seperti itu… Samar-samar kuingat minuman itu cognac atau… entah apalah, aku tak begitu paham… Yang aku tahu, dalam waktu singkat sudah banyak botol minuman keras yang habis tergeletak di atas meja… Lebih kurang pukul 11 malam aku mulai merasa agak pusing, biarpun sebenarnya aku tidak banyak minum. Paling-paling hanya dua gelas kecil. Aku memang berhati-hati supaya jangan sampai mabuk. Di samping aku pun tidak begitu suka minuman keras. Sementara itu kulihat suamiku sudah tergeletak ketiduran di atas kursi panjang di sudut ruangan. Sementara di televisi terlihat tayangan film porno. Salah sorang kawan suamiku yang keturunan India, kalau tak salah… Nathan, bertanya padaku. “Apa Cik Dina mau berbaring di kamar dulu?” “Tak lah, biar aku duduk di samping suamiku saja…..” kataku. Jadi aku pun duduk… tapi ketika akan duduk, entah bagaimana aku hampir terjatuh dan secara spontan Nathan yang berada di sampingku menarik tanganku buru-buru… tapi ikut tertarik tali bajuku yang halus itu… Seketika putuslah sebelah tali baju itu. Jadi bajuku terbuka sedikit dan kelihatanlah gundukan buah dadaku yang sebelah… Seketika pandangan Nathan nanar tertuju pada buah dadaku yang terbuka sebelah itu dan kelihatan dia mulai bernafsu. Itu terlihat dari tarikan nafasnya yang tiba-tiba menjadi cepat. Maklumlah aku rasa malam itu semua orang sudah minum minuman keras agak banyak dan kelihatan sudah mulai mabuk. Jadi aku mencoba menenangkannya dan membuat suasana kembali normal. “Tidak apa-apa…” kataku pada Nathan sambil tersenyum dan cepat-cepat menarik bajuku untuk menutupi dadaku yang terbuka…… Anehnya, si Nathan itu tidak juga melepaskan tangannya yang masih memegang tanganku. Malah dia makin mendekat dan berusaha memelukku, dengan pura-pura menjaga supaya aku tidak jatuh….. Aku rasa dia sengaja mengambil kesempatan untuk memelukku, jadi aku menepis tangannya. Sayangnya dia malah semakin berani dan semakin kuat memelukku begitu merasa ada perlawanan. Sementara itu teman-temannya yang lain hanya tertawa melihat kelakuan Nathan. Malah terdengar ada yang menganjurkan Nathan supaya berusaha memelukku lebih kuat lagi. Aku mencoba meminta pertolongan dari suamiku, tapi tak ada reaksi apa-apa darinya. Kelihatannya dia sudah tertidur dengan nyenyak karena terlalu mabuk. Tadi dia memang minum tak henti-henti. Merasa tidak ada jawaban dari suamiku, aku bergegas lari dan mencoba masuk ke dalam sebuah kamar dekat ruang duduk, tapi para lelaki yang lain segera mengepung sekelilingku. Aku menjerit tapi siapalah yang akan mendengarnya. Suara dari sound system yang begitu keras menutupi suara jeritanku… Dalam hati aku dapat merasakan sesuatu yang buruk pasti akan terjadi… Aku kemudian mencoba membujuk mereka supaya jangan mengapa-apakan aku dan mengingatkan mereka bahwa aku adalah istri teman mereka. Tapi mungkin karena mereka terlalu mabuk, mereka tidak mengindahkan perkataanku… Malah Nathan akhirnya berhasil menangkapku dan memeluk tubuhku dengan erat dari belakang. Sementara 2-3 orang temannya yang lain menangkap kaki dan memegang tanganku… Mereka lalu mengangkat tubuhku dan membaringkanku pada lantai yang berkapet tebal itu… Sakit juga kepalaku terantuk pada lantai… Mereka terus memegang tangan kiri dan kananku. Sementara kedua kakiku mereka kangkangkan lebar-lebar, membuat bajuku terangkat ke atas dan memperlihatkan kedua pahaku yang putih mulus itu… Nathan mulai bertindak dengan ganas dan menarik pakaianku dengan kasar… hingga koyak terbuka. Aku hanya bisa menjerit-jerit. Kemudian seorang dari mereka membekap mulutku dengan robekan bajuku… Aku jadi makin sesak nafas… Aku dapat merasakan celana dalamku ditarik orang… Kemudian aku merasakan ada tangan-tangan kasar mulai meraba dan meremas-remas seluruh badanku. Buah dadaku, perutku, pinggul, paha dan kemaluanku menjadi sasaran tangan-tangan kotor mereka… Aku hanya bisa meronta-ronta, tapi tak berdaya sebab empat orang dari mereka dengan kuatnya memegangi aku. Dua orang masing-masing pada kedua tanganku. Dua yang lain pada kedua kakiku yang dibiarkan tetap terkangkang lebar oleh mereka. Kemudian aku dengar mereka bersorak sambil menyebut-nyebut: “Nathan….Nathan….Nathan….!!!!!” Aku melirik ke bagian bawah tubuhku dan melihat muka Nathan terseyum. Dia sedang berlutut di antara kedua pahaku, sambil kedua tangannya memegang pinggulku. Sementara tubuhku yang tergeletak telah telanjang bulat tanpa sepotong benang pun….. Aku tahu persis apa yang akan mereka lakukan dan akan segera terjadi padaku…. Aku masih mencoba meronta dan menjerit dengan kuat, berusaha mempertahankan kehormatanku, tapi sayangnya mulutku tersumbat kain. Tangan dan kakiku pun dipegang kuat-kuat oleh mereka. Hanya badanku yang mengeliat-geliat, tapi itupun tidak bisa apa-apa karena kedua tangan Nathan memegang pinggulku erat-erat. Dalam keputusasaanku tidak terasa ada perasaan aneh yang mulai melanda tubuhku, yang membuat kemaluanku mulai basah…… Sementara itu pula aku merasakan kemaluanku panas dan basah… Aku mencoba melirik ke bawah kembali. Kulihat kepala Nathan sedang berada di atas perutku. Terasa lidahnya mulai menjilat-jilat belahan kemaluanku dengan rakus. Sementara kawannya yang dua lagi sedang membuka pakaian mereka masing-masing… Dan kemudian kelihatanlah batang kemaluan mereka yang telah mengacung dengan tegang dan kerasss… Oooohhhhhh……kelihatan sangat besar-besar. Rata-rata lebih besar daripada kemaluan suamiku yang selama ini hanya satu-satunya yang pernah kulihat dengan nyata. “Ayo, Nathan… masuki dia… campuri dia..!!!” suara kawan-kawan suamiku mulai terdengar keras dan liar… menyemangati Nathan yang tampaknya diharapkan memimpin mereka menyetubuhiku. Aku makin takutt… dan…… mulai menangis…… tapi tangisanku sedikit pun tidak mereka hiraukan. Mereka terus mengusap-usap kemaluan mereka masing-masing. Kemudian aku mulai merasakan benda tumpul besar lagi keras mendesak masuk membelah bibir-bibir kemaluanku. Rupanya Nathan sedang mencoba medesak memasukkan batang kemaluannya ke dalam kemaluanku……. “Ooooooooohhhhhhhhh………hhhhhhhmmmmmmm………!!!!!!” suara tertahan keluar dari mulutku yang masih tersumbat kain. Aku…aku merasa sakit dan perih… karena dia memaksa masuk batang kemaluannya yang berukuran sangat besar dengan rakus sekali…… membuat badanku tersentak-sentak. Benar-benar besar dan panjang dibandingkan dengan milik suamiku… Nathan masih terus juga memaksa memasuki diriku. Perlahan-lahan tapi pasti batang kemaluannya mulai membelah masuk ke dalam kemaluanku. Mula-mula kepalanya… kemudian diikuti oleh batangnya…. perlahan-lahan….. makin dalam….. dalam…. teruuusss….. terasa tidak habis-habisnya…… Sambil mulutnya tak henti-henti memuji begitu ketatnya lobang kemaluanku menjepit kepala dan batang kemaluannya…. membuat teman-temannya tak sabar menunggu giliran mereka… Ia diam sejenak setelah akhirnya berhasil memasukkan seluruh batang penisnya ke dalam tubuhku… Aku merasa gemetar, bukan saja tubuhku… melainkan juga kemaluanku…!!

Perasaanku bercampur aduk antara malu karena kemaluanku ternyata memberikan respon spontan yang berbeda dengan pikiranku… dan kenikmatan yang terasa mulai menjalari sekujur tubuhku… Nathan kembali memuji liang kemaluanku yang basah dan berdenyut-denyut memijiti kemaluannya… Sementara yang lainnya terus menghisap dan meremas-remas buah dadaku… Akibatnya tak terhindarkan, kedua putingku pun jadi semakin mengeras… Yang lainnya lagi mengelus-elus tubuhku. Pahaku, pantatku.. pokoknya seluruh bagian badanku yang dapat dijangkau mereka… Dalam waktu yang sama Nathan mulai meningkatkan aksinya dengan terus-menerus menusuk dan mencabut batang kemaluannya. Mula-mula perlahan-lahan… makin lama makin cepat…. cepat…… cepaaatttttt dannnnnn…. Ooooohhhhhhh…. badanku tergetar-getar….sementara aku…… Aaaaaaaaddduuuuuhhhh….. Apa yang terrrrrjaaadiii… iiiinnniiiiii….. oooooohhhhhh…….. badanku menggeliat dengan kuat dannnn….. aku mengalami orgasme terdahsyat yang pernah aku rasakan selama ini…… “Aaaaaaaaaddddddddduuuuuuuu…………!!!!!!!” Badanku terhempas lunglai. Melihat keadaanku itu, Nathan jadi makin bersemangat serta makin kuat dan cepat saja gerakan pantatnya… sehingga keluar masuk batang kemaluannya berdecap-decap karena lobang kemaluanku telah basah oleh cairan kenikmatan dari orgasme yang dahsyat yang kualami…. Aku hanya terlentang pasrah dengan badan lemas. Sekali-sekali badanku menggeliat lemah apabila sodokan kemaluannya menyentuh bagian terdalam dinding dasar kemaluanku…… Walaupun aku tahu aku sedang diperkosa mereka tapi karena telah mengalami orgasme yang dahsyat, aku akhirnya hanya bisa pasrah dan tidak ada lagi perlawanan. Lama-kelamaan rontaanku makin lemah… Malah aku membiarkan mereka melakukan apa saja yang mereka mau pada tubuh dan badanku… Termasuk ketika mereka satu per satu mulai pula menciumi dan menikmati bibirku secara bergantian…. Ada 20 menit kemudian Nathan mencapai puncaknya dan sambil menjerit kenikmatan.. dia menyemburkan air maninya membanjiri kemaluanku sambil menghentakkan dan membenamkan kuat-kuat batang kemaluannya ke dalam lobang kemaluanku… sehingga kembali tubuhku terhentak… Oooooohhhhhhhhh……. Dibenamkannya terus kemaluannya itu sampai benar-benar mengkerut dan keluar dengan sendirinya dari dalam kemaluanku. Begitu kemaluan Nathan tercabut dan ia terbaring lemas disampingku, tiba-tiba seorang dari kawannya dengan cepat menaikiku. Tanpa basa-basi, ia langsung membenamkan kemaluannya yang sudah mengeras ke dalam kemaluanku yang telah basah kuyup oleh air mani Nathan bercampur dengan cairan kenikmatanku……

Dia terus mengayunkan tubuhnya berkali-kali dan tak sampai 10 menit kemudian dia pun menyemburkan air maninya dalam kemaluanku… Kemudian seorang demi seorang mereka berganti-ganti menyetubuhiku. Sementara aku hanya bisa terbaring lemas dengan kedua paha terkangkang lebar-lebar dan mata terpejam tak berdaya… Selepas lelaki ketiga menyemburkan air maninya ke dalam kemaluanku, lelaki keempat tidak langsung menyetubuhiku. Dia bersihkan dulu sisa air mani yang ada dan mulai menjilat-jilat kemaluanku… Setelah puas, dia kemudian menyetubuhiku. Seperti yang lain, dia juga menyemprotkan air maninya ke dalam kemaluanku. Demikian seterusnya lelaki kelima, keenam, ketujuh, dan kedelapan melakukan hal yang sama….. Sementara itu aku… entah mendapat tenaga dari mana, ketika lelaki keenam sedang memperkosaku, aku bukan sekedar diam, malah aku minta dia berbaring dan aku naik di atasnya… Aku tunggangi lelaki itu dan aku ayunkan tubuhku dengan cepat hingga aku mencapai klimaks berkali-kali… Lelaki yang lain, yang sedang berbaring di sekeliling, berseru gembira sebab aku memberi respons yang tidak mereka duga… Malah sambil aku menunggang lelaki tadi, aku hisap kemaluan salah seorang lelaki yang masih menunggu giliran… Aku makin bergairah dan bertindak liar… Mereka makin suka… terus ada yang menjilat pantatku dan memasukkan jarinya ke dalam lubang anusku… Aku merasakan makin sedap dan klimaks entah sampai berapa kali… Adegan seterusnya berlangsung hingga kesemua lelaki merasa puas dangan layananku. Kemudian tak disangka-sangka Nathan sekali lagi merangkulku dan membenamkan kemaluannya yang telah tegang lagi… Aku melayani Nathan hampir satu jam… Seingatku dari pukul 11 malam sampai 2 pagi kemaluanku dikerjai oleh delapan orang lelaki India, China dan Melayu itu bergantian… Aku betul-betul kecapekan disetubuhi mereka. Nasib baik bagiku, anusku tidak diapa-apain mereka… Mereka hanya mencolok-colok dengan jarinya. Selesai aku digilir beramai-ramai, mereka pun keletihan termasuk aku sendiri. Kami terlelap di situ, masih dalam keadaan telanjang bulat. Hingga kira-kira jam 10 pagi keesokan harinya baru aku tersadar. Itu pun setelah dibangunkan oleh suamiku. Aku cuma bisa menangis dalam pelukan suami sambil menceritakan apa yang telah terjadi semalam padaku, saat aku diperkosa beramai-ramai oleh teman-temannya. Sayangnya suamiku tidak terlalu menanggapi, seolah-olah dia merestui kelakuan teman-temannya memperkosa aku… Setelah itu kemudian seorang demi seorang teman-temannya bangun dan bergegas mengenakan pakaian masing-masing. Aku melihat Nathan sudah menyiapkan minuman pagi. Selesai minum pagi, baru aku mengetahui bahwa suamiku sebenarnya telah bersepakat dengan Nathan. Suamiku bilang juga kejadian itu merupakan hadiah bagi hari ulang tahun pernikahan kami yang pertama, karena aku dulu pernah menceritakan padanya tentang imajinasi nakalku… yaitu ingin diperkosa oleh lebih dari lima lelaki… Rupanya cerita khayalanku itu ditanggapi serius oleh suamiku. Bersama kawan-kawannya, mereka merencanakan kejutan tersebut padaku… Itulah sebabnya suamiku pura-pura mabuk tadi malam… Karena sudah telanjur dan pada dasarnya aku juga merasa ketagihan, sekali lagi hari itu aku dikerjai oleh sembilan lelaki termasuk suamiku sendiri. Kali ini aku yang merelakan diri untuk dikerjai oleh para lelaki itu… Dengan bermacam aksi dan style aku diperlakukan mereka. Acara orgy itu berlangsung hampir 4 jam lamanya karena mereka masing-masing menyetubuhiku sepuas-puasnya dan selama waktu yang mereka mampu bertahan… Nathan adalah yang terbaik di antara semuanya… Hari itu aku tidak pergi ke mana-mana selain bersetubuh dengan mereka itu secara bergilir. Sementara menanti lelaki kesembilan menyelesaikan permainannya, lelaki pertama kembali tegang dan kembali menyetubuhi aku sekali lagi sesudahnya… Pendek kata, hari itu seharian penuh tubuh badan dan kemaluanku bermandi air mani lelaki… Nampak bahwa suamiku adalah orang yang paling gembira melihat impianku menjadi kenyataan… Aku juga turut gembira karena dapat merasakan ****** lain selain milik suamiku… Keesokan harinya aku demam…

Hampir seminggu baru aku kembali pulih… Bagaimana tidak koleps, sembilan lelaki mengerjaiku habis-habisan dan berkali-kali. Rasanya setiap orang itu menyetubuhiku paling tidak tiga kali… Bayangkan betapa lelahnya aku. Sampai bengkak kemaluanku dikerjai mereka… Nasib baik tak membuatku mengandung… Kalau sampai kejadian, aku tak tahu anak siapa yang aku kandung itu… Sebulan dari kejadian itu aku teruskan hubunganku dengan Nathan… Suamiku kemudian seolah-olah merestui perbuatanku itu… Malah dia sering sengaja menitipkan diriku pada teman-temannya itu saat dia bepergian ke luar negeri. Setiap kali suamiku ke luar negeri, nafsu seksku dipenuhi oleh Nathan dan teman-teman suamiku yang lainnya… Hal itu berkelanjutan hingga Nathan menikah. Sampai masing-masing sudah memiliki keluarga sendiri.
Aku pun kemudian melahirkan dua anak lelaki, yang aku tak tahu anak siapa sebenarnya… sebab selain Nathan dan suami, ada juga 2-3 orang lelaki lain yang secara teratur sering menyetubuhiku dengan kerelaanku sendiri…. Kadang-kadang suamiku jadi penonton saat aku bersetubuh dengan lelaki lain…. Sampai sekarang aku masih berhubungan dengan salah seorang dari mereka tapi bukan Nathan… Aku tak tahu sampai kapan perkara ini berlanjutan.

Cerita Seks Dewasa : Andai Aku Begini (Khayalanku)

Cerita Seks Dewasa ini di mulai waktu saya masih duduk di kelas 1 SMA di kota B. Usia saya sekarang 33 tahun, berarti kejadian ini terjadi 16 tahun yang lalu. Panggil saya Kadek, ketika itu saya mempunyai kelompok belajar yang selalu rutin belajar di salah satu rumah teman kami, Bima. Saya, Bima, Hendra, Julian dan Rizki setiap akan ulangan selalu belajar berkelompok sambil menginap, karena anak kelas satu masuk sekolah selalu pada siang hari.

Teman saya, Bima, memang dari keluarga yang lebih dibanding teman-teman yang lain. Dia adalah anak bungsu dari 4 bersaudara (2 pria dan 2 wanita), dari ayah seorang pejabat Depkeu.(drs.E) dan Ibu dosen fakultas sastra di universitas negeri di kota B, yang biasa kami panggil Tante N. Otomatis kami selalu tidur, makan dan mandi di sana, malah kalau keluarga drs.E berpesiar, kami suka diajak (cerita seks dewasa)

Bila Bima sedang di bawah (karena kamarnya memang di lantai 2), kami selalu membicarakan sangkakak no.3 yang bernama E. Hal-hal yang dibicarakan tidak lain adalah wajah yang good looking serta body yang aduhai disertai kulit putih mulus terawat. Tapi anehnya, saya kok lebih suka memperhatikan Tante N, yang diusia 42 tahun lebih menimbulkan hasrat serta fantasi-fantasi seksual yang membuat perasaan risih. Karena walau bagaimanapun Tante N adalah ibu kandung dari teman baikku. Jadi, saya hanya bisa berkhayal dan tidak berani cerita pada orang lain.

Karena keluarga drs.E adalah pencinta sport, maka setiap weekend selalu diisi dengan kegiatan berolahraga, terutama olah raga tennis. Karena saya cukup mahir bermain tennis, saya selalu diajak untuk bermain tennis. Karena saya dianggap paling jago, maka saya sering berpasangan dengan Tante N apabila bermain double. Selain badan Tante N yang proporsional dengan tinggi badan sekitar 165 cm, pakaian tennis Tante N memang sexy dengan rok pendek serta atasan model tank top, pelukan-pelukan serta sentuhan, apabila kami memenangkan game membuat hati saya berdebar-debar dan hasrat seksual terhadap Tante N semakin menjadi-jadi. Malah, setiap selesai bermain tennis saya bermasturbasi dengan membayangkan wajah Tante N serta bersetubuh seperti film BF yang biasa saya tonton dengan cerita seks dewasa.

Pada hari Sabtu di bulan Januari, karena saya tidak memiliki pacar, saya sering berkeliling kota dengan mobil ayah untuk menghabiskan malam panjang sendirian. Karena teman-teman belajar saya semua pada ngapel, termasuk Bima. “Ah Sial..” ketika baru saja lewat rumah keluarga drs.E, mobil terbatuk-batuk seperti habis BBM. Padahal hujan begitu lebat di luar dan SPBU terdekat kira-kira 2 km dari lokasi tempat mobil saya tepikan di bahu jalan. Akhirnya, saya memutuskan untuk meminjam telepon ke rumah Bima, untuk menelepon ayah atau siapa saja untuk membantu kesulitan gara-gara lalai terhadap yang namanya BBM.

Ketika saya tiba di rumah Bima, sambil hujan-hujanan suasana rumah tampak sepi, tidak ada mobil atau pun suara televisi yang menandakan adanya kehidupan. Dengan hati lemas saya pijit bel rumah 2 kali, “Tingtong.. tingtong..” Tidak lama kemudian terdengar jawaban dari dalam rumah. “Siapa..?” Hati saya berdebar, karena saya sangat mengenal suara itu. Kemudian saya menjawab, “Kadek, Tante.. maaf malam-malam Tante. Saya mau pinjam telepon, mobil saya mogok, Tante.” Terdengar gerendel pintu berbunyi, dan ketika pintu terbuka tampak sebuah sosok yang sangat saya kenal, sosok yang selalu hadir disetiap fantasi seksual saya. “Aduh Kadek kenapa? kasian malam-malam gini hujan-hujanan, ayo cepat ke kamar Bima, kalo udah selesai ke ruang makan yach! Tante buatin minuman hangat.” Sambil mengeringkan badan dan mengganti baju, masih terbayang siluet badan Tante N ketika tadi membuka pintu, yang membayang dari gaun tidur yang tipis.Dalam hati saya bertanya, “Kok sepi sekali, yang lain pada ke mana yac di cerita seks dewasa.

Sambil menghirup coklat panas yang dihidangkan Tante N, akhirnya saya beranikan untuk bertanya.
“Tante, Oom, Bima dan yang lain pada ke mana? Keliatannya rumah kok sepi sekali.”
“Ini lho, adiknya Oom yang di J, sedang sakit, karena si Mbok juga lagi pulang, terpaksadech Tante jadi hansip dulu. Eh.. kamu jadi telepon nggak.”
“Eh iya Tante, kok jadi lupa nih.”
“Makanya, jangan suka ngelamun, dari tadi Tante perhatiin kamu kok bengong terus, ada apa sih?”
“Nggak ada apa-apa kok Tante!”

Saya langsung bergegas ke ruang keluarga, dan segera telepon ke rumah. Saya coba berulangkali tetap telepon tidak bisa aktif. Tiba-tiba terdengar suara Tante N, “Bisa nggak Dek? Kalo hujan begini biasanya jaringan telepon di sini memang suka ngadat.”
“Udah deh, kamu tidur sini aja, Tante juga jadi ada yang nemenin.”
“Iya Tante.”
Setelah itu, saya dan Tante N segera beranjak untuk meneruskan obrolan di ruang keluarga. Sebelum saya sempat duduk di sofa, Tante N berkata, “Dek, tolong dong Tante ajarin lagu Turkish March-nya Bethoven, Tante masih kagok tuh perpindahan jari-jarinya.”
“Kapan Tante?”
“Ya sekarang dong! Kapan lagi coba kamu punya waktu untuk ngajarin Tante.”

Kemudian kami menuju piano dan duduk sama-sama di kursi piano yang tidak terlalu lebar. Karenasaya mengajari perpindahan jari-jari tangan, otomatis saya selalu memegang jari tangan Tante N yang halus dengan kuku-kuku yang terawat dengan baik. Jantung saya terasa makin lama makin berdebar, apalagi setiap menarik nafas harum tubuh Tante N, sepertinya memenuhi rongga dada dan membuat adik kecilku mengeras secara perlahan.

“Kamu kok suaranya bergetar Dek, lagi nggak enak badan yah?”
“Nggak kok Tante, saya hanya..”
“Hanya apa hayo! nggak mau ya lama-lama temenin Tante, atau kamu udah ada janji malem mingguan.”
“Saya nggak punya pacar kok Tante, nggak kayak Bima ama yang lainnya.”
Sambil terus duduk berdekatan, tiba-tiba kepala Tante N bersandar pada bahuku dan bertanya, “Dek, Tante mau tanya apa Bima pernah cerita nggak kalo ayahnya punya istri lagi yang jauh lebih muda dari Tante, usianya sekitar 25 tahunan lah.”
“Masa sih Tante, keliatannya Tante sama Om mesra-mesra aja!”

Ketika tangan Tante N bergeser untuk bertumpu pada pahaku, secara tidak sengaja menyentuh adikku yang sejak tadi makin mengeras saja dan membuatku berteriak kecil, “Ah..” Sambil Tante N memandangku yang tertunduk malu dengan wajah sendu dan sensual, Tante N kembali bertanya, “Dek, kamu udah pernah berhubungan seksual belum?”
“Be..be..be..lum pernah Tante!”
“Mau nggak Tante ajarin? sebagai ganti kamu ngajarin piano sama Tante.”
Saya diam seribu bahasa, dan tiba-tiba bibir Tante N telah menyerbu bibirku secara bertubi-tubi sambil lidahnya terus berusaha menjilat dan meracau, “Ah..ah..ah..” Sambil terus mencium bibirku, tangan Tante N terus meremas telinga dan rambutku.

Tiba-tiba Tante N berkata, “Dek! kita pindah ke kamar yuk..”
Sambil bibir kami terus berpagutan, kami pindah ke kamar tidur dan langsung merebahkan badan dengan badanku ditindih Tante N. Selanjutnya Tante N segera melucuti baju tidurnya dan membentanglah suatu pemandangan indah, payudara yang proporsional (kira-kira 36B) denganputing warna merah maron dengan dibungkus kulit putih yang mulus tanpa cacat, dan yang lebih lagi adalah selangkangan dengan bulu-bulu hitam yang tidak begitu lebat dengan belahan merah muda yang mempesona. Dalam keadaan masih bengong, tiba-tiba tangan Tante N menarik tanganku danlangsung dibimbingnya ke arah payudaranya. Tanpa menyia-nyiakan waktu, saya langsung meremas dengan halus sambil memilin puting susunya yang makin tegak dan mengeras.

“Ah.. ah.. ah.. terus Dek, buat Tante puas Dek..” Sambil terus meracau Tante N segera melucuti seluruh bajuku, dan mulai meraba-raba daerah selangkanganku serta mulai meremas adikku yang terasa nikmat sekali.
“Punya kamu besar juga ya Dek”
“Boleh nggak Tante jilatin biar makin besar?”
“Emangnya Tante mau gitu..?”
Lansung posisi Tante N berubah dan mulai turun perlahan dengan terus menjilati tubuhku, dari leher, dada, perut, dan tiba-tiba kurasakan cairan hangat mulai membasahi batang dan kepala adikku. Dan ketika saya memberanikan diri untuk melihat, rupanya kemaluanku sedang dijilati Tante N, kadang-kadang dikulumnya sambil kurasakan kepala kemaluanku menyentuh ujung kerongkongan Tante N.

Tiba-tiba Tante N merubah posisinya, sambil terus mengulum dan menjilat kemaluanku, Tante N memutar badan dengan selangkangannya menghadap wajahku. Terlihatlah suatu pemandangan indah, bulu hitam dengan belahan merah dan segumpal daging merah kecil yang berkilau. “Jilat Dek, jilat Dek,” pinta Tante N. Tanpa sungkan-sungkan dan membantah, langsung saja kuarahkan lidahku untuk menjelajah sambil terus menghirup harumnya kemaluan Tante N yang bagaikan candu itu.

Usai kegiatan saling menjilat, Tante N segera berbaring dan memintaku untuk bangkit sambil tangannya terus menggenggam adikku dan dituntunnya ke arah kemaluannya. “Masukkan Dek, masukkan Dek!” pinta Tante N, seperti anak kecil yang sedang merengek-rengek. Sesuai permintaanku, segera Tante N menekan tubuhku hingga adikku terarah dengan sempurna, dan terasalah suatu rasa yang sensasional ketika kulit kemaluanku bersentuhan dengan dinding kemaluan Tante N yang sudah basah dengan cairan hangatnya. “Ah.. ah.. ah..” suaraku dan suara Tante N memecah kesunyian dandinginnya malam. Sambil saya terus memompa Tante N tidak lupa saya meremas-remas seluruh tubuh Tante N yang memelukku dengan goyang pinggul yang seirama.

Tanpa berkata apa-apa, Tante N membantingku dan tiba-tiba Tante N telah menduduki tubuhku dan mulai bergerak turun naik memutar. Saya semakin takjub saja melihat kedua payudara Tante N seperti bergejolak untuk memuntahkan isinya. Sambil kami terus meracau dengan kata-kata yang menunjukkan kepuasan, Tante N memintaku untuk membalikkan badannya ke posisi semula sambil memintaku untuk memompa lebih cepat. Lalu kurasakan kemaluanku semakin berdenyut dan kemaluan Tante N juga kurasakan hal yang sama. Tidak lama kemudian tubuh kami mengejang, dan seperti di komando kami berteriak, “Ah.. ah.. ah..” sambil dari kemaluanku kurasakan keluar cairan nikmat dengan denyut kenikmatan dari dalam kemaluan Tante N dan kami saling berpelukan dengan erat sambil terus menikmati kenikmatan yang tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata.

Usai adegan yang tak mungkin kuhapuskan dari ingatanku, Tante N bertanya, “Kamu suka Dek? Mau kan lain kali kita ulangi lagi.”
“Mau Tante.. kapan pun Tante mau, saya akan meluangkan waktu untuk Tante.”
Tidak lama kemudian kami tertidur sambil terus berpelukan hingga keesokan harinya.

Rekan-rekan pembaca, usai kejadian itu kami masih terus melakukan affair. Hal ini berakhir ketika saya menikah 4 tahun yang lalu. Beliau berkata, “Jangan hianati istrimu, karena Tante sudah merasakan bagaimana dihianati suami.”

Sampai sekarang kami masih berhubungan baik, bersilaturrahmi dan saling memberi spirit di saat kami merasa jatuh. Saya sangat menghormati hubungan ini, karena pada dasarnya saya sangat menghargai Tante N sebagai istri dan ibu yang baik. Tamat 

Monday, August 27, 2012

Tante Cantik Diperkosa Abis Abisan

Cerita Seks Dewasa - Namanya adalah Nurrahmi biasa dipanggil Ami. Wanita berusia 29 tahun itu telah dikarunia seorang anak berusia 3 tahun. Meski telah menjadi seorang istri Ami nampak masih seperti seorang wanita lajang dikarenakan postur tubuhnya yang tetap sintal dan tidak ada tanda-tanda kendor di bagian-bagian tubuhnya sebagaimana kebanyakan wanita-wanita yang telah mempunyai anak. Terlebih lagi bibir sensual dan tubuh sekal yang dimilikinya menjadikan daya tarik tersendiri (sex appeal) yang membuat banyak laki-laki berangan-angan bagaimana rasanya mencium bibir sexy itu atau mendekap tubuh sintalnya.

Suaminya yang seorang wiraswasta itu sangat beruntung sekali mempunyai istri seperti Ami yang mempunyai perhatian lebih terhadap penampilan. Hal ini memang berkaitan erat dengan pekerjaan Ami sebagai seorang PR di sebuah bank swasta. Semenjak bekerja di bank tersebut Ami mempunyai jalan karir yang cukup cemerlang karena hanya dalam tempo beberapa tahun saja sejak diterima untuk bekerja di bank tersebut dia telah menempati posisi sebagai Senior PR. Sifat supelnya itulah yang menyebabkan dia banyak disukai orang termasuk oleh para customer bank tempat dia bekerja. Posisi sebagai PR senior menyebabkan Ami sering dipindah tugaskan ke cabang-cabang untuk memberikan training kepada para PR junior.

Hari ini Ami bergegas bangun. Waktu telah menunjukkan pukul 6 pagi. Senin pukul 9 ia punya jadwal bertemu dengan Dirut bank serta beberapa koleganya yang berminat untuk melakukan investasi pada bank tempat Ami bekerja. Ami merasa semua telah siap karena bahan-bahan yang harus dia presentasikan telah dia tata dengan seksama pada hari Minggu kemarin. Dia bangkit dari tempat tidur kemudian segera mengambil handuk mandi. Sebelum masuk ke kamar mandi dia menuju ke meja telepon terlebih dahulu. Setelah memutar nomor yang dia kehendaki lantas terjadilah percakapan di cerita seks dewasa.

“Mas dimana…..?”

“Masih di kota Banda”….Terdengar suara sesorang menjawab dari speaker telepon.

Hari itu suami Ami memang berada di kota lain untuk kepentingan bisnis. Sebagai wiraswasta pemula suaminya memang harus bepergian ke sana ke mari dalam rangka membangun bisnisnya,

“Hari ini aku akan berjumpa investor mas, doA?a,?a"?ain berhasil yach….” Ami berkata.

“Ok. Semoga sukses sayang. Mas akan pulang 3 hari lagi. Nanti kita ajak anak kita Yasmin jalan-jalan setelah saya pulang…..” timpal suaminya.

“Ok dech. Aku mandi dulu sampai ketemu ya sayang mmmuuuaahhhh…..”

Ami berkata lagi dan setelah pembicaraan singkat dia mematikan speaker telepon dan begegas masuk ke kamar mandi.

Waktu telah menunjukkan pukul 7 pagi dan Ami telah siap berangkat. Dari rumah menuju kantor membutuhkan waktu sekitar 1 jam. Seperti biasa faktor macet kota Jakarta adalah kendala utama dalam menempuh perjalanan dalam kota. Ami harus berangkat agak pagian karena harus menitipkan Yasmin anaknya terlebih dahulu kepada mertuanya. Segala keperluan untuk Yasmin telah dia siapkan sehingga dengan nyaman dia dapat meninggalkan anaknya menuju kantor. Sampai di kantor sekitar 8:30 Ami segera menemui Dirut bank tersebut untuk berdiskusi pendek mengenai poin-poin penting yang akan dibicarakan dalam pertemuan bisnis nanti. Pak Johan, demikian nama Dirut bank tersebut yang berusia sekitar 45 tahun, mempersilakan Ami masuk ke ruang kerjanya. Semenjak Ami duduk di ruang tamu tempat kerjanya pandangan Pak Johan tidak henti-hentinya menatap kepada Ami. Rupa-rupanya Pak Johan terkesiap dengan kecantikan Ami pada hari itu yang mengenakan official cap bank berwarna merah. Kulitnya yang kuning langsat itu memang sesuai dengan warna seragam yang Ami kenakan. Rok sedikit di atas lutut itu semakin mempertontonkan sebagian paha mulus Ami ketika duduk. Pak Johan sesekali melirik ke arah paha mulus tersebut ketika sedang berbicara.

“Begini Ami…konsorsium pengusaha dari asia afrika akan datang. Mereka adalah calon investor bank kita. Seperti yang telah kau ketahui bank kita mengalami goncangan karena isu kenaikan dolar. Banyak nasabah yang melakukan rush. Oleh sebab itu ini adalah kesempatan untuk menstabilkan kondisi bank kita”

“Baik Pak nanti akan saya paparkan mengenai bank kita serta peluang-peluang yang ada….” Sahut Ami.

Setelah briefing selama 15 menit Ami keluar dari ruangan Pak Johan. Dalam hati Ami berkata ternyata boss-nya agak mata keranjang juga.

Tepat pukul 9 tamu dari konsorsium pengusaha asia afrika datang. Mereka ada 4 orang. Dua orang jelas dari afrika karena kulit hitam legamnya sedangkan dua orang lagi dari timur tengah dan India. Mereka diterima langsung oleh pak Johan dan diajak masuk ke dalam ruang meeting. Sekitar 5 menit kemudian Ami datang ke ruangan tersebut dan pak Johan memperkenalkan merakan kepadanya.

“Well my fellows this is Ami my gorgeous PR of this company”……demikian pak Johan berkata yang lansung di sambut dengan senyum oleh para tamunya.

“Asamoah…glad to see you” kata seseorang yang berasal dari Afrika.

“Glad to see you too Mr. Asamoh” jawab Ami.

Demikian pula 3 orang yang lain masing-masing memperkenalkan diri pada Ami. Mereka adalah Geremi seorang Afrika pula, Jabeer dari Timur Tengah, serta Maher dari India. Asmoah dan Geremi berusia sama yakni 40 tahun sedangkan Jabeer dan Maher masing-masing 37 dan 35 tahun. Keempatnya memiliki postur tubuh tinggi, tidak kurang dari 170 cm.

Selanjutnya acara presentasi di mulai. Ami sedikit canggung membawakan presentasi dalam bahasa inggris karena baru pertama kali dia membawakannya. Tetapi kecanggungannya itu semakin mempercantik wajahnya yang bersemu merah ketika dia sedikit kesulitan untuk mencari suatu kata yang dipandang tepat untuk dia ucapkan dan mudah dipahami oleh para tamunya. Untunglah Pak Johan yang fasih berbahasa inggris itu banyak membantu untuk menjelaskan hal-hal yang dipandang perlu untuk dibuat detail sehingga para tamu benar-benar memahami apa yang dimaksud oleh Ami. Setelah presentasi selama 30 menit kemudian dilanjutkan diskusi hingga acara makan siang di bank tersebut. Setelah acara makan siang itu pertemuan direncanakan untuk dilanjutkan pada sore hari setelah konsorsium itu mengadakan pembicaraan tersendiri.

Waktu telah menunjukkan 4 sore. Hari ini Ami beserta Pak Johan dan tamunya akan ke puncak untuk mendapatkan keputusan para investor. Di puncak mereka akan mengadakan meeting di villa milik Hendarso seorang usahawan perkebunan. Hendarso yang berusia 42 tahun itu adalah teman dekat Johan. Meski usianya sudah menuju setengah abad tetapi penampilannya masih mengikuti trend anak muda termasuk menggunakan satu tindik di telinganya. Badannyapun masih kelihatan kekar. Tingginya sekitar 168 cm satu senti di bawah Pak Johan. Johan telah memberitahunya kalo dia akan ke villanya bersama tamunya.

Pukul 6:30 petang mereka sampai di Villa dan disambut oleh Hendarso. Ami memberi tahu mertuanya kalau dia akan pulang malam karena urusan kantor. Setelah beristirahat sejenak pembicaraan langsung mengarah ke persoalan semula. Konsorsium menyetujui untuk melakukan investasi di bank tempat Ami bekerja. Pak Johan sungguh gembira mendengar hal ini. Kemudian dia berkata pelan kepada Ami kalo posisinya akan dipromosikan menjadi Asisten Manager. Tentu saja Ami sangat senang mendengar hal ini. Selanjutnya Asamoah mendekati Pak Johan sambil berbisik sesuatu. Terlihat kening Pak Johan berkerut tetapi kemudian, setelah memberikan kedipan mata kepada Hendarso, dengan tersenyum dia mendekati Ami.

“Ehm…. Begini Ami untuk merayakan kesuksesan ini kita akan mengadakan pesta”

“Pesta apa pak” tanya Ami…..

Belum menjawab pertanyaan Ami, Pak Hendarso bangkit dari tempat duduknya dan segera mendekati Ami yang berdiri di dekat Pak Johan. Serta merta Pak Hendarso memeluk Ami dari belakang yang lansung membuatnya kaget setengah mati.

“Aaadd……ada apa ini pak?”

Suara Ami bergetar, menandakan ada ketegangan dalam batinnya. Secara reflek dia melepaskan diri dari pelukan Pak Hendarso. Pak Johan menjawab

“Tidak ada apa-apa Ami….” Sambil tersenyum Pak Johan melanjutkan perkataannya

“Kami hanya ingin berpesta denganmu”

“Iya kami ingin menikmatimu” timpal Pak Hendarso dengan cepat

“Aapp…Apa maksudnya?” Ami masih bertanya dengan suara bergetar

“Ehmm…maksudnya…Lets do what you want guys..” Sorak Pak Hendarso

“Lets play friends, lets enjoy her nice body” jawab Geremi segera.

Keempat pria besar tersebut berjalan mendekati Ami yang kelihatan ketakutan.

“Tolong pak,….apa maksudnya semua ini?” Suara Ami semakin bergetar.

“Lets play honey I want fuck your pussy” Geremi berkata sambil memegang dagu Ami.

Tiba-tiba terdengar suara “Plak”. Rupanya Ami menampar Geremi yang bersikap kurang ajar kepadanya. Sejenak Geremi terkejut dengan tamparan Ami. Namun hanya dalam hitungan detik kemudian dia langsung mendekap ami dan mendorongnya ke sofa. Ami yang tidak siap tersebut terjatuh di sofa dan Geremi langsung menindihnya.

“Aaaa……tttooollooong” jerit Ami.

Geremi berusaha untuk mencium Ami. Tangan kirinyanya menjambak rambut Ami dari belakang agar tidak dapat menoleh ke kanan dan ke kiri berusaha menghindar ciumannya. Tangan kanan Geremi pun tidak kalah garangnya meremas buah dada Ami berukuran 34B itu dengan kasar.

“Ttooollong……tolong saya pak Johan” Jerit Ami.

Pak Johan hanya terlihat menyeringai. Tatapan matanyapun mulai memerah menandakan unsur birahi mulai menyelimuti dirinya. Apalagi melihat Ami yang meronta-ronta dalam dekapan Geremi sehingga rok merahnya tersingkap dan memperlihatkan paha mulusnya. Celana dalamnya yang berwarna ungu itupun sesekali terlihat dalam rontaannya dalam usaha melepaskan diri dari tindihan Geremi. Meskipun Geremi berbadan besar tetapi dia merasa kesulitan untuk menjinakkan Ami.

“Hold her hands guys…” serunya.

Dengan cepat Asamoah dendekati sofa dan memegang kedua tangan Ami dan menahan di atas kepalanya sehingga Ami tidak bisa lagi untuk berusaha mendorong tubuh Geremi yang menggumulinya. Tanpa disuruh Jabeer dan Maher membantu memegang kaki Ami sehingga sekarang Ami-pun tidak bisa untuk berusaha menendang. Posisi Ami dibuat terlentang di atas sofa, hanya sedikit bergesar ke kanan dan kiri-lah yang ia bisa lakukan. Dengan kedua tangannya Geremi menahan kepala Ami dan mencium bibir sensualnya dengan kasar.

“MMMmmhhhhhhhh……….”

Ami tidak bisa berteriak. Suaranya seperti orang bergumam. Sejenak Geremi melepaskan ciumannya. Kesempatan ini digunakan Ami untuk berteriak

“Baaaanggggssaaatttttthhhmmmmmm”….

Suaranya kembali tertahan ketika Geremi kembali melumat bibirnya. Lidah Geremi bermain-main di dalam ronga mulut Ami. Ami mulai terlihat menangis karena merasa tidak berdaya. Air matanya meleleh membasahi pipinya yang mulus. Tiba-tiba Geremi bangkit dari tubuh Ami, sedangkan tiga orang temannya masih tetap memegangi kaki dan tangan Ami dengan kuat. Pak Hendarso yang sedari tadi menonton berjalan mendekati sofa. Ditangannya tertenteng sebuah handycam. Rupanya dia berminat untuk merekan adegan pemerkosaan itu. Setelah meng”on”kan handycam-nya dia mulai merekam keadaan Ami yang terlentang sambil dipegangi tangan dan kakinya.

“Pak Hendar….ttoolong lepaskan saya” Ami menghiba dan menangis.

Pak Hendarso tidak menjawab. Dia masih asik terus merekam gambar Ami mulai meng-closeup wajahnya, bagian dadanya, kakinya bahkan berusaha untuk merekam bagian dalam rok Ami yang tersingkap ke atas. Di bagian layar monitor itu nampak jelas celana dalam Ami yang berwarna ungu.

“Pak Johan…tolong saya pak, jangan lakukan ini pada saya” Ami terus menghiba.

Pak Johan hanya terus menyeringai menonton adegan Ami direkam.



SCENE 2

Geremi yang tadi bangkit dari tubuh Ami telah melepas baju bagian atasnya. Kelihatan sekali tubuh kekarnya, mirip dengan petinju Mike Tyson. Handycam diarahkan ke Geremi yang kembali mendekati tubuh Ami. Kedua tangan Geremi menuju ke arah bagian atas baju putih yang dikenakan Ami. Amipun mulai panik.

“Jjjaangaannnn……nnoooooo” jeritnya.

Tiba-tiba terdengar “Sssshhreeekkkkk” suara kain robek. Geremi membetot baju Ami yang menyebabkan kancing-kancingnya terlontar entah kemana. Nampak bagian dada Ami dengan BH warna hitam yang ia kenakan. Ami semakin menjerit-jerit panik. Hatinya semakin ciut manakala terbayang bahwa tubuhnya akan dijadikan piala bergilir oleh 4 orang asing dan 2 orang pribumi. Hendarso yang sedari tadi merekam gambar mengarahkan lensanya ke bagian dada Ami. Tak lama kemudian BH itupun telah putus ditarik oleh Geremi. Kedua tangan Geremi dengan kasar meremas buah dada Ami.

“Aaaddduhhhhh……..tttttttt”

“Jaaannggaaannnnn..”

“Noooo ….please” Ami berteriak memaki sambil menangis.

Namun kesemua 6 orang yang ada di ruangan itu hanya tertawa. Meski ukurannya hanya 34B tetapi Geremi dapat merasakan kekenyalan dua gunung kembar itu. Dia terus meremas dan memilin puting payudara Ami tanpa menghiraukan tangisan Ami. Kemudian Geremi juga menyedot-nyedot kedua susu Ami yang berwarna putih mulus itu. Setelah puas memainkan payudara Ami, Geremi bangkit lagi dan melepas celana panjang berikut celana dalam yang ia kenakan. Nampak penis pria negro itu yang sudah menegang. Ukurannya luar biasa dibandingkan milik kebanyakan pria pribumi. Melihat Geremi telanjang Ami menjerit

“Aaaaaaaaaa……tidaaaakkkkkk……nooooooooo please”

Tanpa banyak buang waktu Geremi mencari belahan rok Ami.

“Ssrreeeeetttt” maka sobeklah rok yang Ami kenakan.

“Bangsaaatt……..jangan lakukan itu padaku” jerit Ami.

Kemudian celana dalam warna ungu itupun telah robek ditarik paksa oleh Geremi.

“Jaaangaaannnnnnnnnnnnnnnn…ttttooooolllongggggggg”

Kini tubuh Ami bagian pinggang ke bawah tanpa sehelai benangpun. Hanya baju putih serta official cap warna merah yang ia kenakan. Itupun kondisinya telah terbuka berantakan memperlihatkan dua gunung kembarnya yang mungil.

“Aaggghhrrrrrrr….” Tiba-tiba Ami menjerit.

Rupanya Geremi telah mengoral vagina Ami yang terbuka. Kaki Ami dibuat mengangkang sehingga Geremi semakin leluasa mempermainkan vagina Ami. Ami terus menangis dan merasa sangat malu karena bagian-bagin tubuhnya yang selama ini dia rahasiakan telah terbuka dengan jelas dan dipelototi oleh 5 orang lainnya yang sedari tadi memperhatikan apa yang dilakukan oleh Geremi. Nafsu birahi semakin membelenggu mereka.

Selama 5 menit Geremi mengoral vagina Ami. Kemudian dia bangkit dan memposisikan dirinya tepat dihadapan Ami yang terlentang tak berdaya. Penisnya sungguh besar. Ukuran dan warnanya yang hitam membuat Ami merasa sangat ketakutan.

“Now lets fuck your nice pussy dear…….” Geremi berkata.

“Nnnooooo….please donA?a,?a"?t do that…..” Ami menghiba lagi.

Tiba-tiba terdengar lolongan Ami yang menyayat

“Aaaaggggggghhhhhhhhrrrrrrrrr…….aaaaaaaaaaaaaaaaaa aaa”

Tanpa basa basi Geremi memasukkan penisnya yang besar ke dalam vagina Ami. Ukurannya yang super itu membuat dia kesulitan untuk melewati rongga kenikmatan Ami. Meski baru bagian kepala penis saja yang masuk namun terlihat sekali wajah Ami yang kesakitan. Bagi Ami belum pernah benda sebesar milik pria negro yang sedang memperkosanya itu masuk ke dalam liang kewanitaannya. Milik suaminya tidaklah sebesar ukuran pria negro itu. Geremi terlihat tersenyum nikmat. Baginya wanita asia seperti Ami dengan tingginya hanya 156 cm seolah-olah bersenggama dengan gadis perawan. Geremi terus memajukan penisnya. Tiap gerakan masuk ke dalam vaginanya terdengarlah jeritan Ami yang kesakitan. Ketika setengah penis sudah masuk nampak darah mengalir keluar. Jelas bukan darah perawan karena Ami sudah punya seorang anak. Rupanya ukuran vaginanya yang sempit menorehkan luka di liang senggamanya akibat pemaksaan yang dilakukan oleh Geremi. Darah menetes membasahi sofa. Pak Hendarso terus merekam kejadian itu dan tak lupa meng-closeup darah yang menetes dari vagina Ami.

Ami merasakan perih yang luar biasa pada vaginanya. Dia tahu kalo pasti ada yang luka disana. Nyeri luar biasa juga ia rasakan. Ami hanya mengigit bibir bawahnya ketika pelan tetapi pasti penis Geremi menerobos vaginanya. Setelah setengah penisnya masuk tiba-tiba Geremi dengan kasar mendorong tubuhnya sehingga seluruh penisnya masuk dalam liang kewanitaan Ami.

“Aadddduuuhhhhhhhhhhh…..aaaaaagggghhhhrrrrrrrrr” Ami melolong lebih keras dari sebelumnya. Vaginanya terasa robek dengan kekasaran Geremi. Kini Geremi memompa penisnya ke luar masuk liang senggama Ami. Setiap gerakan maju mundur dibarengi dengan jeritan-jeritan kesakitan Ami yang terdengar sungguh memelas. Tetapi bagi ke 6 orang yang ada di ruangan itu suara jeritan kesakitan Ami semakin meningkatkan gairah birahi mereka. Semakin tidak sabar pula mereka menanti giliran untuk menikmati tubuh sekal Ami.

Sepuluh menit kemudian terlihat tanda-tanda Geremi akan mencapai klimaks. Geremi semakin brutal memaju mundurkan penisnya sampai nampak tubuh Ami yang tersodok-sodok. Semakin terdengar pilu jeritan kesakitan Ami. Akhirnya tuntaslah sudah. Geremi menekan tubuhnya sampai dirasakannya mentok dalam liang kewanitaan Ami. Nampak cairan putih dan merah jambu keluar dari vagina Ami. Sperma yang bercampur darah itupun turut membasahi sofa. Satu menit kemudian Geremi bangkit dari atas tubuh Ami. Dipandangnya wajah Ami yang basah oleh air mata dengan senyuman kepuasan.

“Very delicious pussy…so tight….IA?a,?a"?ve gotten to heaven” demikian kata Geremi.

Dua orang yang memegang kaki Ami, yakni Jabeer dan Maher tersenyum mendengarnya. Nampak jakun Maher bergerak-gerak menandakan birahinya sudah mulai memuncak. Geremi bangkit meninggalkan sofa dan duduk di kursi lain dekat dengan Pak Johan yang sedari tadi sambil merokok mengikuti proses perkosaan atas diri Ami. Maher yang sudah bersiap-siap menggantikan Geremi untuk memperkosa Ami tiba-tiba dihalangi oleh Pak hendarso

“Wait wait wait wait………..”

“I want to close up her pussy now” demikian kata Pak Hendarso sambil mengarahkan handycamnya ke vagina Ami yang terbuka lebar. Nampak disana ada semacam robekan mengarah ke anus Ami. Rupanya robekan daging itulah yang mengeluarkan darah akibat besarnya ukuran penis Geremi. Setelah merekam selama satu menit pak Hendarso mempersilakan Maher untuk memenuhi hasrat mengerjai tubuh Ami. Ami berusaha meronta lagi tetapi rasa nyeri dan perih di vaginanya menyebabkan usahanya sia-sia. Maher yang telah telanjang bulat itu segara mengarahkan penisnya ke vagina Ami.

“Aadduuuhhhhh……ssssaaaaakkkkiiitttttttttt” jerit Ami.

Penis pria India itu memang tidak sebesar milik Geremi, tetapi ukurannya tetap lebih besar daripada kebanyakan pria pribumi. Jelas luka pertama akibat pemaksaan yang dilakukan oleh Geremi itulah yang membuat sodokan-sodokan Maher semakin membuat Ami menderita. Ami kini hanya bisa mengluarkan lenguhan-lenguhan yang terdengar erotis bagi para pemerkosanya.

Dua pria temannya, Asamoah dan Jaber, tidak sabar lagi menanti giliran. Mereka melepaskan pegangannya terhadap tubuh Ami dan menelanjangi diri mereka sendiri.

“Lets play 4P man…..” Asamoah berkata.

Maher yang sedang asik memompa tubuhnya di atas tubuh Ami paham atas keinginan teman-temannya. Dia segera membuat gerakan menjadi posisi duduk di atas sofa sedangkan Ami berada di atas tubuhnya. Maher memompa dari bawah. Jaber berjalan ke arah belakang sofa dan menarik kepala Ami hingga dagunya tepat di atas sandaran kursi sofa. Jaber mengarahkan penisnya yang juga berukuran besar, khas orang Timur Tengah” ke mulut Ami. Ami berusaha mengelak meski Jaber terus menempelkan kepala penisnya pada bibir sensualnya dan berusaha mendorongnya masuk. Tiba-tiba dari belakang terasa ada benda tumpul yang menempel di duburnya. Serta merta Ami menoleh dan melihat Asamoah berada di belakangnya sambil memegangi penisnya yang sama besar dengan milik Geremi ke arah anusnya. Ami terlihat panik dan sangat ketakutan.

“Noooooo…..please donA?a,?a"?t do that”……..

“Pak Johan tolong saya pak Johan. Saya tidak mau disodomi”….

Ami terus berusaha meronta.

Tetapi Maher yang ada dibawahnya terus menahan tubuhnya agar tidak bisa bangkit. Posisi Ami yang agak menjorok ke depan membuat nampak semakin menggairahkan. Pak Johan yang sedari tadi menonton bergegas beranjak dari duduknya dan menuju ke arah sofa. Ami berharap Pak Johan menolongnya. Tetapi harapan Ami hanyalah tinggal harapan. Pak Johan malah membantu Asamoah yang akan melakukan sodomi atas tubuh Ami dengan cara membuka bongkahan pantat Ami sehingga lubang anusnya pun semakin terlihat jelas. Ami berusaha keras bangkit dengan kedua tangannya yang bebas. Gerakan rontaan itu membuat susah Asamoah mengarahkan penisnya dengan tepat ke arah lubang dubur Ami. Jabeer segera berinisiatif menahan kedua tangan Ami di atas sandaran sofa sehingga seluruh tubuh Ami kini ditopang oleh Maher yang ada di bawahnya. Di bawah Maher merasakan lembutnya buah dada Ami yang kenyal. Kini belahan pantat Ami yang terbuka lebar oleh kedua tangan Pak Johan siap ditembus oleh penis besar Asamoah.

“Jangaaannn…..jangaannn…… di situ….lepaskan saya Pak Johan”

“Noooo…please….donA?a,?a"?t fuck my ass pleaazzzeeeeee…” Ami merintih.

Asamoah tidak peduli dengan rintihan Ami. Setelah melumasi penisnya dengan baby oil Asamoah siap melakukan penetrasi ke dubur Ami.

“heegghhhhh……aaaagggggggghhhhhrrrrrrrrrrr…aaaaaaaa aaddduuuuuhhhhhhhhhhh……”

“Saakiitttttttttttttttttttttttttttttttttttttt…………… ..A?a,?a"?

Ami menjerit melolong ketika dengan kasar Asamoah memasukkan penis berukuran besar miliknya ke dalam duburnya. Pak Hendarso merekam adegan sodomi itu. Terlihat jelas bagaimana lubang dubur Ami melesak masuk akibat paksaan penetrasi penis Asamoah. Asamoah terus memasukkan penisnya sampai seluruhnya amblas ke dalam dubur Ami. Ami terus melolong sampai mengeluarkan suara yang terdengar mengerikan dan menyayat. Hari ini seorang pria negro bernama Asamoah telah memperawani lubang duburnya. Sakitnya luar biasa. Jauh lebih sakit dibandingkan malam pertama dia menyerahkan mahkotanya pada suaminya. Duburnya pun terasa penuh seolah-olah ingin buang air besar. Kini dua rasa perih dan nyeri menyerang vagina dan duburnya. Saat Ami melolong kesempatan tersebut digunakan oleh Jabeer untuk memasukkan penisnya ke dalam mulut Ami. Kini ketiga lubang tubuh Ami sedang dinikmati oleh 3 pria asing. Asamoah melakukan sodokan-sodokan dengan keras dari arah belakang. Demikian pula Maher dari arah bawah bergantian dengan Asamoah melakukan sodokan. Ami merasakan lubang anusnya robek dan memang ada lelehan darah yang keluar dari duburnya. Namun Ami tidak bisa berteriak keras lagi karena sumbatan penis Jabeer di mulutnya. Ketiganya memompa bersama-sama.

“Hheemmmm…hheemmmmm…heeemmmmm” hanya itulah yang terdengar dari teriakan Ami.

Sekitar 20 menit pemerkosaan 4P itu berlangsung. Jabeer terlebih dahulu klimaks dan menumpahkan seluruh cairan kental miliknya dalam mulut Ami. Ami tidak bisa memuntahkan sperma yang ada dalam mulutnya. Satu-satu jalan untuk mengurangi rasi asin dan getir cairan birahi Jabeer adalah dengan menelannya dan itulah yang dilakukan olehnya. Tak lama kemudian Jabeer menarik penisnya keluar dari mulut Ami. Sisa-sisa sperma dalam mulut Ami mengalir keluar dari sela-sela bibir sensualnya. Kini terdengar suara erangan Ami yang sedikit lebih keras karena mulutnya telah terbebas dari sumbatan penis Jabeer

“Adduhhhh…aadduhhhhh..aaakkkhhhhh……….sssaaakiitttt ”

Asamoah dan Maher masih terus memompa dan semakin cepat. Keduanya klimaks bersamaan ditandai dengan lenguhan kenikmatan kedua pria tersebut. Asamoah segera mencabut penisnya dari rongga dubur Ami. Darah masih terlihat pada batang penis Asamoah. Maher pun telah loyo di bawah tubuh Ami. Maher segera menggulingkan tubuh Ami ke sofa dan bangkit dari sofa.

“Ka..kaa…liaann semuaaa….baaanggsaattA?a,?a"?A?a,?a"?

Ami memaki dengan pelan dan lirih. Tubuhnya telah tidak berdaya. Kini dalam tubuhnya telah mengalir benih nista yang dimasukkan secara paksa oleh Geremi dan Maher. Ami merasa noda telah meyelimuti hidupnya.



SCENE 3

Kini giliran Pak Hendarso dan Johan ambil jatah. Keduanya sepakat akan melakukan permainan 3P.

“Ayo Ami berikan kami kenikmatan tubuhmu yang indah itu” seringai Pak Hendarso.

“Benar saya ingin merasakan hangatnya lubang mataharimu sayang…” Pak Johan menimpali.

Kini gantian Geremi yang akan mengabadikan pemerkosaan yang akan dilakukan oleh Pak Johan dan Hendarso.

“Tidaakkk…..jangan lagi…..kasihani saya pak….” Tangis Ami semakin keras lagi sambil menyilangkan kedua tangannya untuk menutupi payudaranya yang terbuka.

Namun kedua bandot tua itu tidak peduli dengan ketakutan Ami. Semakin takut semakin tinggi pula hasrat seksual kedua orang itu.

Pak Hendarso segera mencengkeram tangan Ami dan membalik tubuhnya hingga tengkurap. Official cap merah Ami beserta blouse putih yang dikenakannya ia lucuti sehingga kini Ami benar-benar telah telanjang bulat. Kedua tangan Ami ditahannya sehingga tubuhnya tidak bisa lagi bergerak leluasa. Pak Johan melihat punggung Ami yang mulus serta bongkahan pantat yang menggairahkan. Dia mengambil posisi di atas paha Ami bagian belakang. Kemudian tangan kirinya membuka lubang anus Ami sedangkan tangan kanannya mengarahkan penisnya ke lubang matahari itu.

“Ttiiiiddaakkkkkk…..janganaan laaaggiii dii situuuuuuuuu”

“Ampun pak Johan…..sakit sekali……”

“Dubur Ami perih dan panas pak Johan….jangan disitu lagi”

“Saya mohon pak Johan”….Ami terus menghiba.

Namun orang yang namanya Johan ini tidak mau ambil pusing dengan rintihan memelas Ami. Dia tetap mengarahkan batang penisnya ke dubur Ami dan…

“Aaggghhhhhhhh…jjaaangggaaaaaannnnnnnnnnn……” Ami kembali melolong.

Kini Pak Johan telah memompa duburnya dengan cepat dan kasar. Ternyata orang ini adalah maniak seks diluar tampangnya yang kebapakan. Pak Hendarso kini melepas pegangannya dan membiarkan Pak Johan sendirian menggumuli tubuh Ami yang tengkurap. Tangan kanan Pak Johan pun ambil bagian meremas buah dada Ami. Ami merintih-rintih kesakitan ketika duburnya dengan kasar disodomi oleh atasannya. Sekitar 7 menit Pak Johan telah mencapai klimaks dan tidak lama kemudian dia bangkit dari tubuh Ami yang tengkurap lemas. Pak Hendarso menggantikan posisinya siap melakukan sodomi juga.

“Agggahhhhhhh…..banggssaaaaatttttttttt” Ami menjerit lagi.

Sudah tiga orang melakukan sodomi padanya tetapi rasa sakit itu tidak berkurang juga. Malah semakin menjadi-jadi meski ukuran penis kedua orang terakhir yang memperkosanya berukuran lebih kecil dari milik Asamoah. Sekitar 10 menit Pak Hendarso memperkosa liang anus Ami. Tanda-tanda ejakulasi sudah nampak ketika Pak Hendarso semakin cepat memompa dubur Ami. Ami semakin merasakan perih di duburnya. Pak Hendarso melenguh keras ketika cairan nistanya keluar membasahi rongga dubur Ami. Ami merasakan anusnya bertambah perih karena sperma yang membasahi robekan luka di duburnya.

Waktu telah menunjukkan pukul 11:30 malam. Kini kelima pemerkosa Ami bersiap mengantarkan Ami pulang. Saat itu Ami sudah tidak kuat bangkit. Rasa nyeri dan perih di vagina dan anus yang dirasakannnya membuatnya tidak mampu berdiri. Geremi menggendong Ami sampai ke dalam mobil van yang mereka gunakan. Baju Ami yang robekpun telah mereka ganti dengan kaos besar ukuran XXL sehingga ujung bagian bawahnya sampai setengah paha Ami. Dengan demikian meski tidak mengenakan celana dalam tidak akan ada seorangpun yang tahu. Dalam perjalanan pulang Ami didudukkan di belakang di apit oleh Jabeer dan Maheer sedangkan Asamoah berada di kursi depan bersama Pak Johan yang menyetir mobil. Geremi duduk di tengah. Selama perjalanan Geremi mengisengi Ami dengan memasukkan dildo zhucini (buah mirip mentimum yang ukurannya cukup besar) yang dia ambil dari kulkas saat masih berada di villa milik Hendarso. Ami sudah tidak mampu berteriak, matanya kelihatan sembab dan luyu. Hanya erangan lirih yang terdengar ketikan dua buah zhucini dimasukkan kedalam vagina dan anusnya. Meski sudah tidak ada darah lagi yang menetes dari dua lubang kenikmatan itu tetap saja rasa perih dan panas dirasakan oleh Ami akibat luka lecet pemerkosaan di villa sebelumnya.

Setelah sampai Pak Johan memasukkan mobilnya ke pelataran rumah Ami agar tidak dicurigai orang. Dengan mengambil kunci rumah dari tas Ami pak Johan membuka pintu dan meminta Geremi membawa Ami masuk ke dalam. Geremi merebahkan Ami di sofa tamu dan segera ke luar menuju van. Pak Johan berjalan mendekati Ami dan berkata

“Pastikan hanya kita yang tahu atau rekaman gambar itu akan beredar ke mana-mana”

Ami hanya diam tidak mampu berkata. Setelah Pak Johan menutup pintu dan terdengar suara mobil yang meninggalkan pelataran Ami hanya bisa menyesali nasibnya sebagai korban pemerkosaan bergiliran. Air matanya terus meleleh membasahi pipinya yang mulus. Pandangannya setengah kosong. Pikirannya menerawang kepada suami dan anaknya. Pasti bahwa tidak kurang dari seminggu setelah pemerkosaan bergiliran ini belum tentu dia akan sanggup memberikan kehangatan pada suaminya. Luka di alat vitalnya tentu membutuhkan waktu lama untuk sembuh terlebih lagi trauma yang dialaminya. Ami terus menerawang ke arah langit-langit rumah. Membayangkan masa depannya. Membayangkan noda di tubuhnya. Membayangkan………………………



SCENE 4: EPISODE TRAUMA

Sudah hampir 2 bulan lebih semenjak kejadian Nurrahmi digilir oleh 3 orang pria asing dan 3 orang pria pribumi wanita cantik semampai bertubuh sintal dan berkulit sangat mulus itu tidak dapat melupakan malam jahanam yang telah merenggut kehormatannya dan menorehkan noda yang mengalir dalam tubuhnya. Setiap malam kejadian itu menghantui mimpi buruknya seakan-akan rasa sakit di tubuhnya terlebih lagi hatinya masih terus ia rasakan. Masih terekam dalam ingatannya bagaimana pada malam jahanam itu tubuh mulusnya di bolak balik seperti sebuah boneka mainan untuk dinikmati secara brutal oleh 6 orang pemerkosa.

Meski kejadian itu telah berlalu, kini setiap suaminya Kamal meminta kepada dirinya untuk melayani hasrat birahinya seketika itu juga Nurrahmi kehilangan gairah seksualnya. Tiap kali Kamal meminta untuk melakukan hubungan seks suami istri seketika itu pula rasa ketakutan yang amat sangat melanda jiwa Nurrahmi. Sungguh Nurrahmi tidak ingin untuk mengecewakan Kamal suaminya. Namun, semenjak tubuhnya dijadikan bulan-bulanan oleh para lelaki jahanam itu kini seluruh organ seksual Nurrahmi seolah-olah mengalami frigiditas. Rasa ketakutan yang amat sangat untuk melakukan hubungan seks kini melanda wanita cantik bertubuh sintal itu.

Sejak Kamal pulang dari kota Banda belum sekalipun dia menikmati tubuh sintal istrinya yang mulus dan menggiurkan itu. Bahkan istrinya itupun selalu menghindar apabila Kamal berhasrat untuk mencium bibirnya yang sensual. Sebenarnya Kamal dapat merasakan perubahan itu. Tetapi Nurrahmi menyimpan rapat-rapat aib yang telah merusak kehormatannya itu. Dua minggu pertama setelah dirinya diperkosa habis-habisan oleh 6 pria durjana itu Nurrahmi mengalami pendarahan pada alat kelaminnya. Demikian pula pada anusnya yang membenjol akibat disetubuhi paksa dengan cara anal seks. Oleh sebab itu pula Nurrahmi harus selalu menggunakan softex karena pendarahan sehingga seolah-olah dirinya sedang menstruasi. Untuk berjalanpun Nurrahmi merasakan sakit dan perih yang menyengat di alat kelaminnya maupun duburnya. Dengan demikian hal itu dapat menjadikan alasan bagi Kamal untuk tidak dulu menikmati tubuhnya.

Kini telah sebulan lebih Nurrahmi tidak mengenakan softex lagi. Dan Kamalpun tahu hal itu. Malam ini libido pria itu terasa naik. Waktu telah menunjukkan pukul 11 malam. Besok hari Sabtu dia harus berangkat ke Manado untuk urusan bisnis selama tiga minggu. Malam ini dipandanginya tubuh Nurrahmi yang sedang tidur memunggungi dirinya. Baju tidurnya yang tipis itu tidak dapat menyembunyikan lekuk-lekuk tubuh Nurrahmi yang sungguh indah. Pinggulnya yang sexy serta pantatnya yang membongkah membulat membuat dirinya berhasrat sekali untuk kembali menikmati kehangatan tubuh istrinya itu. Sesaat dipandangnya rok baju tidur Nurrahmi yang sedikit tersingkap sehingga mempertontonkan sedikit pahanya yang mulus. Kamal sungguh bangga dapat memiliki Nurrahmi. Kawan-kawan bisnisnya sering mengatakan iri pada dirinya yang mempunyai seorang istri secantik Nurrahmi. Bentuk tubuh istrinya itu memang menggiurkan sehingga membuat banyak laki-laki sering berkhayal yang tidak-tidak.

Kamal tersadar bahwa dia baru saja berkhayal menerawang. Kini diusapnya betis Nurrahmi yang sedang tidur. Kemudian usapan tangan laki-laki itu secara perlahan naik ke paha istrinya. Dapat dirasakannya betapa mulus dan halus kulit tubuh Nurrahmi. Kemudian dari balik rok bawah gaun tidur Nurrahmi yang ukurannya hanya setengah paha saja tangan Kamal dengan leluasa menyibak kain itu untuk menyusupkan tangannya hingga mencapai bagian dada Nurrahmi. Diremasnya dengan perlahan sebelah payudara Nurrahmi agar wanita itu menjadi terangsang. Kamal merasakan nafsu pada dirinya telah semakin naik. Penisnya telah dirasakannya mencuat tegang. Diciumnya tengkuk Nurrahmi sambil tangannya meremas perlahan buah dada Nurrahmi yang berukuran 34B itu. Namun Nurrahmi tidak bergeming dari tidurnya. Wanita itu seolah-olah tidak merasakan apa-apa. Kamal mengira bahwa istrinya masih belum bangkit nafsu birahinya. Kini diarahkannya tangan kanannya kearah pusar Nurrahmi dan diusap-usapnya wilayah itu. Tidak berapa lama kemudian tangan Kamal berpindah ke pinggang bagian belakang Nurrahmi dan kemudian menyusup di balik celana dalam Nurrahmi. Kamal berusaha merangsang Nurrahmi dari balik pantat wanita itu guna mencapai alat kelaminnya. Namun tiba-tiba saja

“Jangan mas……” Nurrahmi berkata dengan sambil bergegas memposisikan dirinya menjadi rebahan.

“Aku sedang letih sekali mas….aku takut membuatmu kecewa” Nurrahmi kembali berkata.

“Besok mas akan ke Manado tiga minggu sayang” Kamal berkata.
“Sudah dua bulan lebih engkau tidak mau melayaniku” Kamal berkata lanjut dengan sedikit bersungut.

Nurrahmi dapat melihat kekecewaan pada suaminya itu. Wanita itupun berkata
“Nanti setelah mas pulang dari Manado aku berjanji akan melayanimu sepenuh hati”

“Sepulang mas dari Manado nikmatilah tubuhku sepuas-puasmu mas, tetapi jangan sekarang”

“Senin ini aku ditugaskan mengikuti training senior bank teller di bank cabang Kelapa Gading. Aku letih menyiapkan semua keperluan training itu mas. Mas mau mengerti khan…?” Nurrahmi menjawab kekecewaan Kamal.

“Kenapa tidak malam ini saja sayang. Mas sudah tidak tahan lagi nih….” Kamal berucap dengan nada berkeluh.
“Nanti mas akan kecewa karena aku belum sepenuh hati melayanimu…..” jawab Nurrahmi.

“Baiklah kalo begitu aku segera tidur saja, bangunkan aku pukul 5 pagi….” Kamal menjawab dengan nada sedikit kecewa.

Kemudian laki-laki itu mengambil bantal dan ditutupkan pada wajahnya agar dia cepat tertidur lelap.

Nurrahmi menarik nafas dalam-dalam dan kemudian diposisikan kepalanya di atas dada Kamal sambil tangan kirinya memeluk tubuh suaminya. Sungguh hati Nurrahmi seperti tersayat karena ketidakmampuannya untuk memberikan kehangatan tubuhnya pada Kamal suaminya. Tak terasa bintik air mata mengalir keluar dari pelopak mata wanita cantik itu.

Sabtu pukul 5 tepat Nurrahmi membangunkan suaminya.
“Mas.. mas… bangun. sudah jam 5 nih…”

Kamal menggeliat sambil mengercipkan matanya.
Laki-laki itu harus bersiap berangkat menuju bandara untuk penerbangan pukul 8 pagi ke Manado. Untuk menuju ke sana sarananya cukup mudah karena di terminal Rawamangun, dekat dengan tempat di mana mereka mengontrak rumah, menyediakan akses bis Damri jurusan Soekarna-Hatta. Dengan sekali naik bajaj dari rumah kontrakan tidak lebih dari sepuluh menit dapat mencapai terminal Rawa Mangun.

Sambil menunggu Kamal mempersiapkan diri Nurrahmi menyiapkan kopi kesukaan Kamal serta sarapan pagi. Hari Jum’at kemarin segala keperluan Kamal di Manado telah dia siapkan. Tepat jam 6 pagi Kamal berangkat menuju bandara Soekarno Hatta.

“Titi DJ mas……” Nurrahmi berkata.
“Ok. Hati-hati juga di rumah ya sayang….” Kamal berkata sambil mencium kening Nurrahmi.

Nurrahmi melambaikan tangan dari balik pagar rumah ketika suaminya berangkat dengan bajaj menuju terminal Rawa Mangun. Nurrahmi termenung sesaat. Dirinya merasakan penyesalan yang mendalam karena tidak mampu memberikan kehangatan tubuhnya pada Kamal sebelum suaminya berangkat ke Manado. Tetapi apa boleh buat karena secara fisik dan psikis dirinya masih belum mampu akibat trauma perkosaan itu.

Hari senin Nurrahmi ditugaskan oleh bos barunya guna mengikuti training senior bank teller di bank cabang Kelapa Gading. Setelah kejadian malam jahanam yang menimpanya itu Nurrahmi mengajukan mutasi kerja dan ditempatkan di cabang bank dekat Menteng. Nurrahmi tidak melaporkan kasus pemerkosaan itu ke aparat kepolisian mengingat aib itu akan menyebar ke mana-mana sehingga akan membuat dirinya dan keluarganya akan menanggung malu. Nurrahmi juga tidak ingin lagi melihat wajah-wajah para pemerkosanya sehingga pilihan yang terbaik adalah mengajukan mutasi kerja.

Di bank cabang Kepala Gading Nurrahmi akan mengikuti training selama 6 hari mulai senin sampai dengan sabtu. Nurrahmi mengikuti pelatihan itu dengan seksama. Pada hari terakhir sebelum penutupan dirinya dipanggil oleh direktur cabang yang bernama pak Indrajeed, seorang pria keturunan India. Pria yang suka dipanggil Indra ini berpostur tinggi sekitar 185cm dengan bobot 80 kg ini nampak sedikit tambun ciri khas bos-bos berusia 45 tahunan. Ukuran jari-jarinya besarnya dua kali ukuran pria pribumi pada umumnya.

“Ami, setelah acara penutupan nanti aku akan ajak kau menemui seseorang yang akan menanamkan saham dalam pengembangan pembukaan teller baru di Tangerang”

“Investor itu siapa pak?” Ami bertanya

“Seorang warga jepang, namanya Mr. Yamato” sahut Indrajeed.

“Kenapa musti saya yang diajak pak…” Ami kembali bertanya.

“Sebab dari seluruh partisipan peserta training engkaulah yang dinilai paling baik” jawab pak Indrajeed.

Ami termenung sesaat. Hatinya sungguh senang karena dia ternyata adalah yang terbaik dari semua peserta. Tetapi sebenarnya dia juga sedikit enggan untuk pergi ke Tangerang. Namun karena ini adalah tugas maka dia tidak boleh mengelak.

“Baiklah pak, jam berapa kita berangkat…?” tanya Ami.

“Jam 5 sore. Kita nyampe Tangerang sekitar jam setengah tujuh malam” jawab pak Indrajeed.

“Kita tidak akan lama Ami, mungkin sekitar satu sampai dua jam pembicaraan terus kita kembali ke Jakarta” Indrajeed menyambung perkataannya.

Tepat pukul 5 sore pak Indrajeed dan Ami berangkat menuju ke Tangerang. Perjalanan menempuh waktu sekitar 75 menit. Ketika akan sampai pada tempat yang akan dituju, jalan yang dilalui ternyata masih berupa makadam banyak ditumbuhi pepohonan dan nampak sekali jarang rumah penduduk.

“Kita menuju kemana ini pak?” Ami bertanya dengan rasa khawatir

“Rumahnya memang di tempat sunyi soalnya tempat tinggalnya bukan rumah biasa melakinkan sebuah rumah walet, tahu kan?” timpal pak Indrajeed

“Rumah walet?” Ami menjawab dengan nada heran

“Itu loh rumah yang digunakan untuk menarik burung walet. Bisnis air liur burung walet bisa menghasilkan keuntungan yang luar biasa. Oleh sebab itu rumah walet harus jauh dari kebisingan dan harus ada security agar tidak terjadi pencurian. Nah tuh dia tempatnya” jawab Indrajeed.

Rumah itu sungguh besar. Ukurannya tidak kurang dari 2000 meter persegi. Tidak ada rumah penduduk di sekitarnya.
Ami melihat sebuah bangunan yang mirip seperti sebuah benteng yang tinggi sekali dengan banyak jendela berbentuk lingkaran di bagian atas. Tidak banyak lampu yang menerangi bagian luar rumah walet itu sehingga keadaan sekitarnya nampak temeram. Mobil mereka sampai di depan pintu gerbang besar yang terbuat dari kayu kokoh. Pak Indrajeed membunyikan klakson mobil tiga kali dan tak lama kemudian pintu gerbang itupun terbuka. Mobil segera masuk ke dalam. Tak lama kemudian pak Indrajeed dan Nurrahmi turun dari mobil.

“Yamato san akan segera datang pak” Lelaki yang baru membuka pintu gerbang itu berucap.

Ami memandang laki-laki itu seperti seorang preman. Pria bertubuh gempal itu mungkin adalah semacam security yang telah dijelaskan oleh pak Indra sebelumnya.

“Baiklah kalo begitu aku menunggu di dalam saja” jawab pak Indrajeed.

Bergegas pak Indrajeed dan Nurrahmi berjalan masuk ke ruang dalam. Ternyata ruang masuk ke dalam harus melewati dua buah pintu yang masing-masing dijaga dua orang pria bertubuh gempal. Ami merasa sungguh aneh dengan keadaan itu. Terlebih lagi tatapan setiap mata lelaki penjaga pintu itu tak henti-hentinya memelototi tubuhnya seolah-olah hendak menelanjangi dirinya yang pada saat itu menggunakan official cap bank berwarna merah dengan rok sedikit di atas lutut. Memang Nurrahmi sungguh cantik bila mengenakan seragam official bank tempat kerjanya. Setelah sampai di ruangan dalam keadaan cukup nyaman. Ada sofa tamu tanpa senderan tertata mengelilingi sebuah meja kayu di tengah serta full AC. Nuansa ruangan itu memang menunjukkan sedikit ciri khas Jepang. Sepuluh menit kemudian datang seseorang membuka pintu ruangan itu. Nampaklah tubuh tambun seorang bermata sipit. Tubuhnya nampak lebih tambun dan sedikit lebih pendek dari tubuh Indra, sekitar 170 cm.

“Ha…..Indera san, o genki desu ka…..” pria jepang itu berkata

“Yamato san, hai watashi wa genki desu…” jawab pak Indrajeed yang sedikit tahu bahasa jepun itu.

“Ano…Yamato san, onanohito wa Nurrahmi desu” lanjut Indrajeed

“Eto….kirei desu ne….” pria jepang itu berkata dengan tersenyum sambil menjulurkan tangan.

“Saya Nurrahmi…panggil saya Ami saja” Nurrahmi berkata sambil menjabat tangan Yamato san.

“Bahasa saya tidak pandai….tahu sedikit saja….” tukas Yamato san.

“Oke sirakan duduk saja..” Yamato san kembali berkata.

Kemudian ketiga orang tersebut mengambil posisi duduk di sofa tanpa sandaran itu.

“Di sini semuanya seruf serfis…minum ada di sana sirakan ambil sendiri, Indera san are wa mizu desu” Yamato berkata sambil menunjuk ke sudut ruangan yang nampak ada beragam minuman serta nampak pula sebuah refrigerator ukuran sedang.

“Hai, arigato gozaimasu desu…” jawab pak Indra.

“Yamato san, kedatangan kami untuk memenuhi undangan anda mengenai rencana pengembangan teller baru bank kami di wilayah Tangerang” Indrajeed kembali berkata.

“Begini Indera san saya setuju usuran investasi pengembaggan terrer. apaka sarat sudah anda setuju?” Yamato san menjawab.

“Never mind, I agree with that and here I wanna to deliver the prerequisite” jawab pak Indrajeed

“Ha..ha..ha… bagus…bagus…” Yamato san tertawa senang.

Nurrahmi sama sekali tidak mengerti kenapa tiba-tiba saja Yamato san tertawa kegirangan.

“Let me out side for a while. Ami kau tunggu di sini sebentar aku akan mengembil sesuatu di mobil” pak Indrajeed berkata

“Baik pak. Tidak lama khan?” Ami berkata sedikit tidak tenang.

“Hanya sebentar kok, tenang sajalah” pak Indrajeed berkata sambil bergegas keluar ruangan menuju pintu di mana mereka masuk tadi. Tidak berapa lama kemudian tubuhnya menghilang di balik pintu itu. Sekitar 10 menit pak Indrajeed kembali lagi sambil membawa sebuah amplop besar.

“Yamato san, kore wa Nurrahmi no poto…” pak Indra berkata sambil menyerahkan amplop berukuran besar itu.

Sesaat Nurrahmi mendengar namanya disebut, tetapi dia tidak tahu apa maksud dari perkataan pak Indrajeed. Nurrahmi berpikir mungkin pak Indra memberikan biodata dirinya kepada Yamato san.

“Arigato gozaimasu” Yamato san menerima amplop dan mengeluarkan isinya. Nampaknya yang ada di dalam amplop itu adalah beberapa buah foto berukuran 25R.

Yamato san melihat foto-foto itu sambil tersenyum dan sesaat kemudian memandangi Nurrahmi tajam-tajam. Kemudian dia memandangai lagi foto-foto itu dan selanjutnya tiba-tiba saja dia tertawa terbahak-bahak

“Ha ha ha……. very good pictures……” demikian ia berkata.

“Ha ha ha………….” terdengar pak Indrajeed juga ikutan tertawa.

Nurrahmi merasa bingung sekali dengan keadaan seperti itu dan pak Indrajeed tahu akan hal itu.

“Yamato san terkesan dan foto-foto itu Ami…..” pak Indrajeed mencoba menjawab kebingungan Nurrahmi.

“Boreh aku cuba sekarang……” Yamato san kembali berkata

“Of course….. onegaisimasu…..” jawab pak Indrajeed.

“Nurrahmi san…. come here…..rihat ini” Yamato san memanggil Nurrahmi

Nurrahmi beranjak dari duduknya dan menuju ke Yamato san.

“Kamu tahu ini poto…..” Yamato san menyerahkan lembaran foto-foto itu kepada Nurrahmi.

Nurrahmi menerima lembaran-lembaran itu dan kemudian melihatnya. Ketika baru saja Nurrahmi melihat foto pertama serta merta dia menjerit sambil kemudian menutup mulutnya dengan kedua tangannya dan secara reflek Nurrahmi membuang lembaran-lembaran itu ke lantai.

“AAAaaaa……ttttiiiidddaakkkkkkkkkkkkkkkk… .”

Rupanya foto-foto itu adalah hasil pemotretan saat dirinya diperkosa di villa milik pak Hendarso sekitar tiga bulan yang lalu. Pada foto pertama yang dilihatnya itu nampak dirinya sedang dipegangi oleh tiga orang di atas sofa saat Geremi melakukan oral pada alat kelaminnya.

“Pak Indra ayo pulang pak……..ayo pulang…..” setengah menangis Nurrahmi memohon kepada Indrajeed untuk kembali pulang.

Pak Indrajeed segera bangkit dari duduknya

“Tenang Ami….tenang… jangan takut……” demikian lelaki paruh baya itu berkata.

Kemudian pak Indrajeed mendekati Ami dan berdiri di belakangnya. Kedua tangannya bergerak menyentuh pundak Ami dan kemudian dari belakang pak laki-laki itu membisikkan sesuatu kepadanya

“Layani saja Yamato san dengan baik….dia berhasrat kepadamu…..nanti kau akan mendapat imbalan sangat besar serta kau akan aku promosikan sebagai kepala bank teller…”

“Ttttiidaakkkk……aku bukan pelacur……” jerit Ami.

“Tapi tubuhmu sudah tidak suci lagi…… sudah banyak noda laki-laki telah mengalir dalam tubuhmu….” pak Indrajeed berkata dengan wajah geram.

“Tttiiddakkkkkk….. biarkan aku pulaaaanngggggg!!!!!!” Nurrahmi kembali menjerit sambil menutup kedua telinga dengan tangannya.

Yamato san yang melihat Nurrahmi menjerit menjadi semakin berhasrat nafsu birahinya. Kemudian laki-laki tambun seperti gorilla itu bangkit dari duduknya dan mendekati Nurrahmi yang terlihat ketakutan

“Jjjaaangaannnn ppaakkkk……jaaangaaannn ppeerrkkoossaaa sssaayaaaa” Ami menjerit.

Ami beringsut mundur berusaha menghindar Yamato san yang semakin mendekati dirinya. Tetapi tiba-tiba dari belakang pak Indrajeed memeluk tubuhnya erat-erat

“Kau memang harus dipaksa rupanya ya ha ha ha…………” terdengar perkataan pak Indrajeed.

“Tiiiidddaaakkkkkk…………”
“Jaaangaannnnnn……..”
“ogghhh……tttiiddakkkkkkkk……baangssaatt tt.”
“Leepassskaannnnn…..tttiidaakkkkk”

Nurrahmi menjerit dan meronta. Tetapi dekapan pak Indrajeed baginya terlalu kuat. Ketika Yamato san semakin mendekati tubuhnya Nurrahmi tampak semakin panik. Ketika jarak antara dirinya dan Yamato san demikian dekat tiba-tiba saja Nurrahmi menendang tubuh Yamato san dengan kedua kakinya sehingga mengakibatkan tubuh ketiga orang itu terjatuh ke lantai. Nurrahmi segera cepat bangkit sebelum pak Indrajeed melakukan tindakan lebih jauh lagi dan berlari menuju pintu besar di mana mereka tadi masuk…

“Hughhh……sungguh wanita binal….rasakan akibatnya nanti…” gerutu Indrajeed

Yamato san yang masih dalam posisi duduk itu membiarkan saja Nurrahmi yang berlari menuju pintu keluar ruangan. Terlihat Yamato san hanya menggeleng-gelengkan kepala saja. Entah apa yang sedang ada di benaknya.

Baru saja Nurrahmi berhasil membuka pintu dan akan keluar dari ruangan itu didepannya dua orang penjaga bertubuh gempal telah menghadangnya.

“Minggirrrrrr…..biarkan aku pergiiiiii…..” Ami menjerit dan menangis.

Tetapi dua pria kekar itu hanya tersenyum sinis dan segera menangkap lengan Nurrahmi dan menyeretnya masuk kembali ke dalam.

“Ha ha ha………..ha ha ha……..”

Yamato san dan pak Indrajeed tertawa terbahak-bahak melihat Nurrahmi yang meronta-ronta ketakutan di seret masuk ke dalam ruangan. Yamato san segera memungut sebuah foto dan berjalan mendekati Nurrahmi yang menjerit dan menangis

“Saya mau ini………..” tukas Yamato san kepada Nurrahmi sambil jarinya menunjukkan ke arah sebuah foto yang dibawanya itu .

Foto itu menunjukkan gambar closeup sebuah penis hitam besar yang masuk kedalam pantat putih mulus seorang wanita. Wajah Nurrahmi yang sedang menangis itu kini nampak memucat. Ingatannya kembali ke beberapa waktu silam. Itu pasti milik pria negro bernama Asamoah yang berhasil memperawani anusnya. Nurrami masih dapat merasakan betapa ngilu dan sakitnya ketika penis besar itu melesak dengan paksa ke dalam duburnya. Dan kini kejadian itu akan terulang kembali. Tubuhnya akan kembali dijadikan piala bergilir oleh laki-laki yang tak bermoral.

“Tttiiddaakkk….sssaaayaaaaa ttidaakkk suudiiiiiiiii……” teriak Nurrahmi.
“Ttttiiidddaakkkkk……jjjjjaaangaaaannnnn……. ”

Yamato san diam saja dan dia bergerak menjauhi Nurrahmi dan duduk di atas sofa yang tidak ada sandarannya itu. Kemudian dia berkata

“Taruh dia di sini…..” Yamato san berkata kepada kedua anak buahnya agar membawa Nurrahmi ke atas pangkuannya

“ogghhh……tttiiddakkkkkkkk……baangssaatt tt.”
“Jaaangaannnnnn……..”
“Jaaangaaannn saya tidak mau dippeerrkkossaaa”
“Saya tidak mauuuuuu…………”
“Ttiidaakkkkk………bbaaanggssaatttttt………. “. Ami menjerit.

Tetapi kedua penjaga itu tetap menyeret tubuh Nurrahmi yang semakin meronta. Kini tubuh Nurrahmi dibuat telungkup di atas pangkuan Yamato san. Bagian perut Nurrahmi sampai batas pinggang tepat di atas pangkuan Yamato san. Tangan kiri Nurrahmi ada di belakang punggung Yamato san dengan dipegangi erat oleh seorang penjaga sedangkan tangan kanannya oleh penjaga yang satunya. Tubuh Nurrahmi yang setengah menungging itu menyulitkan dirinya untuk dapat bangun karena kesetimbangan tubuhnya menjadi cenderung untuk terus dalam posisi menungging. Tanpa banyak bicara Yamato san menyingkap rok merah Nurrahmi ke atas sampai batas pinggang sehingga tampak celana dalam warna hitam yang tipis dan elastis.

“Jaaangaannnnnn……..”
“Ohhhh…ttiidakkkkk……..”
“Jaangaannn lakukkannn ituuuu…….”
“TTtttoollonnggggggg….”

Percuma saja Nurrahmi menjerit karena suaranya tidak akan keluar dari bangunan kokoh seluas 2000 meter persegi itu. Dengan kedua tangannya Yamato san meremas-remas dengan gemas bongkahan pantat Nurrahmi yang sangat mulus itu. Apalagi celana dalam warna hitam itu menunjukkan warna kontrasnya terhadap kulit mulus pantat Nurrahmi. Setelah melakukan remasan selama beberapa saat Yamato san menyibak celana dalam elastis itu ke samping

“TTiidakkkkkk……seetttaannnnnnnn…….”
“Bbbbaajjinggaannnnnnn………”

Nurrahmi menjerit ketika merasa celana dalam yang dia kenakan disibakkan ke arah samping sehingga kini dapat dia rasakan hawa dingin AC yang menerpa bagian anus dan vaginanya. Ya, memang kini anus dan vagina Nurrahmi terpampang jelas di mata Yamato san. Yamato san nampak mengagumi bulu-bulu halus yang tumbuh di seputar vagina Nurrahmi. Juga kerut-kerut matahari yang menghiasi anus Nurrahmi sungguh membuat laki-laki keblinger untuk mencicipi jepitannya. Dengan kedua tangannya Yamato san membuka belahan pantat Nurrahmi lebar-lebar

“Jangaaannnnn…….bbbiiiinnaaattaanggggggg…… .” jerit Nurrahmi.

Nurrahmi sedemikian malunya ketika lubang duburnya menjadi terbuka lebar dan dipelototi oleh Yamato san. Juga oleh pak Indrajeed yang kini mendekatinya karena keingintahuannya melihat bagian-bagian rahasia tubuh Nurrahmi.

“Aaagghhhhh……jjaaaanggannnnnnnn……” Nurrahmi kembali menjerit keras ketika dirasakannya sebuah jari Yamato san mulai menempel ke lubang duburnya.

Yamato san menggosok-gosok anus Nurrahmi dengan jari tengahnya yang berukuran dua kali ukuran jari pria pribumi itu. Yamato san dapat merasakan lembutnya anus Nurrahmi yang kering itu. Dengan gerakan tiba-tiba jari tengah Yamato san ditusukkan seluruhnya ke dalam anus Nurrahmi

“Aakkkhhhhhhh…..aaadduhhhhhhhhhhhhh………..ss ssaakkiitttt…ttttttttt!!!!!!!!!!!!!”.
“Jaaanngaaannnnnnnnnnn!!!!!!!!!…………… ..”

Nurrahmi menjerit melengking ketika anusnya yang kering itu dilesaki jari tengah Yamato san secara tiba-tiba. Tubuh Nurrahmi mengejan keras. Butir-butir keringat dingin mulai keluar dari tubuhnya. Suhu badannya terasa naik akibat benda asing memasuki liang duburnya. Kemudian dirasakannya jari Yamato san mulai bergerak maju mundur dan semakin lama semakin cepat.

“Aaddduhhhh…..aaadduhhhhhh…….peeerrihhhhhhh! !!!!!!!!….Aaaakkhhhhhh!!!!!!!”

Nurrahmi mulai merasakan panas dan perih akibat anusnya yang kering itu bergesekan dengan jari Yamato san. Lama-kelaman nampak jari Yamato san mulai basah oleh lendir liang anus Nurrahmi. Sekitar 15 menitan Yamato san mengocok anus Nurrahmi dengan cepat sampai menimbulkan busa putih di sekeliling lubang dubur Nurrahmi. Ketika dirasakannya dubur Nurrahmi telah licin oleh lendir Yamato san segera memerintahkan anak buahnya untuk membuat posisi Nurrahmi menungging di karpet lantai.

Yamato san segera melepas busana kimononya. Demikian pula celana dalamnya dilepasnya dengan terburu-buru. Rupanya Yamato san sudah tidak tahan lagi untuk segera menikmati tubuh Nurrahmi. Segera dia memposisikan dirinya di atas pantat Nurrahmi yang menungging. Tangan kirinya memegang pinggul Nurrahmi dan tangan kanannya mengarahkan penisnya yang lumayan besar itu ke lubang pantat wanita itu. Nurrahmi mulai merasakan ketakutan yang amat sangat membayangkan bahwa dirinya akan mengalami perkosaan sodomi sebagaimana waktu yang lalu.

“Jaangaannnn pakkkkk…..jaaangaannnnnn!!!!!!!!!!!!!!” Nurrahmi menjerit menghiba

Sebentar kemudian terdengan lolongan jeritan Nurrahmi yang diteruskan dengan suara tangisannya yang keras.

“Aaaaagggghhhhhhh……… aaakkhhhhhhh!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

Rupanya penis Yamato san telah menancap ke dalam lubang pantat Nurrahmi yang telah dibasahi lendir dan busa itu sehingga tanpa kesulitan yang berarti dapat melesak masuk kedalam rongga duburnya.

Kini Nurrahmi kembali merasakan ngilu yang luar biasa di seputar lubang pantatnya. Ukuran penis Yamato san yang besar itu telah memaksa lubang pantatnya membuka lebih lebar dari yang seharusnya. Sodokan-sodokan yang dilakukan oleh Yamato san terhadap lubang pantatnya menyebabkan Nurrahmi tidak dapat untuk menahan jeritan-jeritan kesakitan. Sayang sekali jeritan kesakitan Nurrahmi itu justru semakin membakar hawa nafsu laki-laki yang ada di dalam ruangan itu. Tangan Nurrahmi mengepal erat berusaha mengimbangi rasa ngilu dan perih di duburnya. Air matanya nampak meleleh deras dari kelopak matanya.

Sekitar 20 menitan sodomi itu berlangsung. Busa yang terbentuk akibat gesekan penis dengan dinding liang dubur juga semakin banyak. Warna busa yang kemerahan juga nampak, menandakan ada luka lecet berdarah di dalam liang yang sedang dilesaki penis besar milik Yamato san itu. Yamato san mulai tampak terengah-engah dan sodokan yang dilakukannya terhadap lubang pantat Nurrahmi semakin cepat dan brutal. Gerakan itu semakin membuat erangan kesakitan Nurrahmi terdengar makin keras dan erotis. Beberapa menit kemudian Yamato san melenguh keras dan terburailah cairan sperma membasahi lubang dubur Nurrahmi. Kini wanita itu merasakan perih yang amat sangat di duburnya akibat luka lecet yang terkena semprotan cairan sperma milik Yamato san. Pria jepang itu kemudian mencabut penisnya yang masih nampak gahar dari lubang pantat Nurrahmi. Untuk beberapa saat lubang pantat itu kelihatan menganganga. Selanjutnya tubuh Nurrahmi dibuatnya terlentang dan memerintahkan seorang anak buahnya untuk memegangi kedua tangan Nurrahmi di atas kepala wanita itu. Kini rok merah Nurrahmi dilucuti oleh Yamato san. Demikian pula celana dalamnya. Kemudian kedua kaki Nurrahmi ditekuk sehingga pahanya hampir menyentuh bagian dadanya. Seorang anak buahnya lagi menahan kaki itu. Rupanya Yamato san akan bermain ronde kedua dan yang menjadi sasarannya kali ini adalah lubang vagina Nurrahmi. Nurrahmi yang kini merasa lemas sudah tidak dapat berontak dengan kuat. Hanya sedikit penolakan yang dia lakukan

“Jjjanngaaannnnnnn…..jjjaaanggaannnn……” terdengar suara Nurrahmi

Namun Yamato san tidak peduli. Kini tangan kanannya mengarahkan penisnya ke lubang vagina Nurrahmi.

“Aakkhhhh………..sssaaakkittttttt……!!!!!!!! !!” Nurrahmi menjerit keras lagi ketika Yamato san melakukan penetrasi paksa ke dalam alat kelaminnya. Rasa ngilu mendera liang senggama wanita itu akibat ukuran penis Yamato san yang cukup besar. Beberapa saat kemudian Yamato san mulai bergerak maju mundur. Seperti halnya dengan sodomi tadi lama-lama gerakannya semakin cepat. Kini Nurrahmi hanya bisa melenguh akibat sodokan Yamato san. Kepala wanita itu terlihat meggeleng ke kanan dan ke kiri. Sesekali bibir bagian bawah digigitnya. Terkadang pula tubuhnya sedikit mengejan. Rasa sakit dan perih di vaginanya membuat wanita itu merasa tersiksa untuk beberapa lama. Tak lama kemudian ejakulasi kedua berhasil dilalui oleh Yamato san. Setelah semprotan terakhir keluar dari penis Yamato san pria jepang itu mencabut alat kelaminnya dari jepitan vagina Nurrahmi. Pria jepang itu menampakkan wajah puas atas tubuh wanita yang baru saja diperkosanya itu. Nampak leleran sperma meluber keluar dari liang senggama Nurrahmi. Yamato san mengacungkan jempol ke arah pak Indrajeed sebagai tanda rasa puas. Meskipun pak Indrajeed tadinya merasa terangsang dengan perkosaan yang dilakukan oleh Yamato san tetapi pria keturunan india itu merasa gengsi untuk menikmati tubuh Nurrahmi yang telah dijamah terlebih dahulu oleh laki-laki lain. Dia berpikir suatu hari nanti tentu dia masih bisa merencanakan niat busuknya untuk menikmati tubuh Nurrahmi seorang diri.

“Bila kalian mau….. nikmati saja tubuhnya sebelum aku pulang” pak Indrajeed berkata kepada dua penjaga pintu. Tentu saja dua pria gempal itu tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas menikmati tubuh molek Nurrahmi.

“Bawa wanita itu ke tempat karian…” Yamato san berkata

Segera dua orang penjaga itu membopong tubuh Nurrahmi yang lunglai lemas menuju tempat mereka di ruangan lain. Dalam ruangan lain tempat itu Nurrahmi direbahkan di atas tempat tidur. Salah seorang dari mereka memberikan siulan panjang dan tak berapa lama 3 kawan mereka yang menjaga pintu depan serta pintu gerbang datang. Kini berlima mereka akan bergantian menikmati tubuh sintal dan mulus Nurrahmi. Nurrahmi yang mengetahui ada lima laki-laki sangar dalam ruangan itu kembali panik dan mencoba bangkit. Tetapi salah seorang dari mereka segera menerkam Nurrahmi dan menggumulinya.

“Aaaaaa…… bbaanngggssaattttt!!!!!!!!!!!!!……” jerit Nurrahmi.

Nurrahmi yang tidak berdaya itu hanya bisa menggelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri ketika pria yang menggumulinya itu mencium lehernya. Rontaan yang diberikannya sama sekali tidak berarti bagi pria gempal itu. Dengan tidak sabar pria itu melucuti blaser dan pakaian dalam Nurrahmi dengan kasar sehingga kini tubuh wanita berkulit mulus itu benar-benar telanjang bulat. Empat pria lain yang melihat tubuh telanjang itu menelan ludah menyaksikan keindahan dan kemulusan tubuh Nurrahmi. Kini pria yang menggumuli Nurrahmi itu mulai memberikan kode kepada empat temannya

“Pegang tangan dan kakinya….”

Keempat pria yang sedari tadi hanya menonton kini menuju ke tempat tidur. Nurrahmi merasakan ketakutan yang amat sangat karena membayangkan tubuhnya akan dinikmati secara bergantian oleh lima lelaki sangar. Jerit tangisnya semakin keras terdengar….

“Jaangaannnnnn….ttttooolonggggg!!!!!…..”

Kini keempat orang itu memegang kedua tangan dan kaki Nurrahmi. Wanita malang itu berusaha meronta lebih keras. Sayang perlawanannya itu tidak berarti apa-apa dan kini wanita cantik itu hanya sanggup menangis keras ketika dua tangan dan kakinya dipentang lebar-lebar.

Kini pria yang tadi menggumulinya itu mulai menanggalkan bajunya sendiri. Nurrahmi dapat melihat jelas penis pria itu yang sudah sangat tegang dan siap untuk menghunjam ke dalam liang vaginanya yang masih terasa perih akibat perkosaan yang baru dilakukan Yamato san. Nurrahmi menjerit ketika pria itu mulai berjongkok di depan selangkangannya

:Jaangaaannnnn…..jaangaaannnn….baangggggg….. .”
“Akkhhhh!!!!!!!!!!!……ppppeerrihhhhhhhh!!!!!!!! !!”

Nurrahmi mengeluarkan jeritan ketika alat kelaminnya kembali dijejali oleh sebuah penis. Pria itu melakukan sodokan-sodokan keras dan kasar sekali sehingga tubuh Nurrahmi terguncang-guncang. Pria itu sama sekali tidak menunjukkan rasa belas kasihan mendengar jeritan-jeritan kesakitan Nurrahmi akibat penetrasi kasar yang dilakukannya. Nurrahmi merasakan vaginanya semakin perih akibat luka lecet yang semakin parah. Setiap genjotan pria yang memperkosanya dengan kasar itu menimbulkan rasa sakit dan perih seolah-olah ada sebuah pisau silet menoreh di bagian dalam vaginanya. Mata Nurrahmi terpejam dan kepalanya berkali-kali menggeleng ke kanan dan ke kiri. Bibir bawahnya yang sensual itu sekali-sekali nampak digigit olehnya di sela-sela teriakan kesakitan akibat sodokan kasar pemerkosanya.

“Aakkhhh….aakkhhhh….”
“Aaadduhhhh……aaaduuhhhh…..aaakhhhhhh…. “
“Aadduhhh….ssakittt….aakhhhh….ssstooppp….b aaannngggg…..aaakhhhh…”

Begitulah lenguhan-lenguhan erotis Nurrahmi terdengar.

Sekitar 10 menit pria itu menggenjot tubuh telanjang Nurrahmi. Kini desahan menuju puncak kenikmatan mulai keluar dari mulut pemerkosa biadab itu. Genjotannyapun semakin liar dan brutal sehingga menyebabkan teriakan-teriakan Nurrahmi semakin terdengar memelas. Tak berapa lama kemudian jeritan kepuasan keluar dari mulut laki-laki itu bersamaan dengan penisnya yang memuntahkan cairan lahar panasnya ke dalam liang senggama Nurrahmi.

Sejenak pria itu tersengal-sengal dan setelah dirasakannya penisnya mulai menciut dicabutnya batang kejantanannya dari jepitan liang kenikmatan Nurrahmi. Nampak batang kejantanan pria itu berwarna putih kemerahan yang menandakan bahwa ada noda darah di sana. Dan memang ketika leleran sperma keluar dari lubang vagina Nurrahmi warnapun kemerahan. Mungkin vagina Nurrahmi mengalami pendarahan akibat kasarnya perkosaan yang dialaminya.

Kini orang kedua bersiap menggantikan orang pertama. Tidak seperti orang pertama, orang kedua ini membalik tubuh Nurrahmi dan membuatnya posisi menungging. Nurrahmi sudah nampak sangat ketakutan dengan apa yang akan terjadi. Jerit tangisnya menunjukkan rasa takutnya yang amat sangat itu.

“Jaangannn..jaangaaannnnn!!!!!!!!…”
“Ttttooloonggg….jaanggannn…di pantatttt…….”
“Sakitttt…seekkkaliiii….”
“Saayaaa….mmmoohhonnnn baanggg….jaanggaannn…ssoddomi….”
“Aaauuuggghhhhh….aakhhhhhhhh!!!!!!……”

Ternyata orang kedua itu hanya ingin melakukan hubungan seks dengan doggy style. Dari belakang pria itu menyodok dengan keras sehingga Nurrahmi harus kembali menggigit bibirnya menahan rasa ngilu. Jari jemarinya yang lentik itu nampak meremas keras sprei kasur menandakan Nurrahmi sedang merasakan kesakitan. Sekitar 7 menit pria kedua itu melakukan pemerkosaan hingga akhirnya cairan nistanya menyemprot di dalam rahim Nurrahmi. Sebagaimana dengan temannya tadi pemerkosa kedua ini juga memperlihatkan senyuman kepuasan.

“Vagina legit dan sempit….busyet dah punya bini kaya’ gini” celotehnya.

Kini orang ketiga yang akan memperkosa Nurrahmi menumpuk tiga buah bantal dan dirinya kemudian bersandar pada tumpukan bantal itu.

“Angkat cewek itu….letakkan di sini….”

Pria ketiga itu menunjuk ke arah pangkuannya. Kemudian dia berkata lagi

“Buat dia sehadapan denganku….kita maen bareng aja….”

Nurrahmi nampak shock dengan perkataan laki-laki itu. Wanita itu tahu kali kini tubuhnya akan dilesaki secara bersama-sama oleh beberapa orang pria. Nurrahmi mencoba meronta ketika empat pria menggotongnya

“Jaangaannnn…bangggg…..jjaangannnn….”
“Jannngaannnn ..perkosa saya..dengannn caaraaa iituuu baangg…”
“Saayaa mohhonn bbangg…jjangaannnn……”

Tetapi empat pria itu hanya tertawa terbahak melihat ketakutan Nurrahmi. Kini tubuh Nurrahmi yang telanjang bulat itu mereka angkat. Posisi Nurrahmi menghadap ke arah yang sama dengan pria ketiga yang bersandar pada bantal.

“Turunkan pantatnya ke punyaku….” lelaki itu berkata sambil menunjuk penisnya.

Nurrahmi yang sempat mendengar ucapan lelaki itu semakin meronta kuat

“Jaangaannn…jangannnn masuk di panntatttt….”
“Jangaann banggg…sssaaakittt ssekalliiii…..”

Namun keempat orang yang mengangkat tubuh Nurrahmi tidak mau peduli. Kini tubuh Nurrahmi diturunkan perlahan. Orang ketiga itu memegang penisnya dengan tangan kanannya agar berdiri tegak sedangkan tangan kirinya meraba pantat Nurrahmi dari bawah untuk mencara lubang anusnya.

Nurrahmi mencoba meronta dan menggoyang-goyangkan pantatnya agar duburnya tidak bertemu dengan kepala penis pria yang ada di bawahnya. Namun sayang sekali sekeras apapun rontaan yang dilakukan oleh Nurrahmi tetap saja lubang kenikmatan alternatifnya itu berhasil ditemukan oleh jari-jari tangan kiri pria ketiga itu. Kini penisnya yang telah menegang itu tepat mengarah ke lubang anus Nurrahmi

“Ok..lepaskan tubuhnya…..” ujar pria itu

Sesaat kemudian terdengar lolongan Nurrahmi yang keras sekali bersamaan dengan tubuhnya yang diturunkan oleh empat pria yang tadi memeganginya.

“Aaaaaaakkkkkkkkkkkkkkkkhhhhhhhhhhhhhhhhhhh!!!!!!! !!!………………….”

Kepala Nurrahmi terdongak ke belakang. Bibirnya yang sensual membuka lebar mengeluarkan jeritan lolongan kesakitan ketika anusnya tidak dapat mengelak lagi untuk menjepit batang kejantanan pria yang melasak masuk ke duburnya hingga pangkal batang penis.

Kini pria yang menopang tubuh Nurrahmi memegang kedua paha wanita itu hingga terbuka lebar

“Cepat masukin punya loe ke lubang memeknya…..” pria itu berujar

Orang keempat segera mengarahkan penisnya ke vagina Nurrahmi dan melesakkan batang kejantanan miliknya ke liang kehormatan wanita malang itu.

“Aaaadduuhhhhhh…….pppeerrihhhhhh!!!!!!!!!! ” Nurrahmi kembali menjerit

Sedangkan orang kelima mengambil posisi berdiri dengan penis mengarah ke mulut Nurrahmi. Nurrahmi menutup bibirnya rapat-rapat dan wajahnya berusaha menghindari batang penis yang disodorkan ke mulutnya.

“Buat cewek ini buka mulut…” orang kelima itu berkata ke dua temannya yang lain.

Ketika dua orang yang penetrasi di dubur dan vagina mulai bergerak bersamaan mulut Nurrahmi tidak dapat mengatup rapat lagi akibat rasa perih yang kini mendera dua lubang berdekatan di tubuhnya itu

“Aaakkhhhhh…..ssaakkkk…mmmmmmppphhmmmmm!!!!!!! !!!!!”

Orang kelima itu berhasil melesakkan batang penisnya ke dalam rongga mulut Nurrahmi bersamaan dengan jeritan kesakitan wanita itu akibat sodomi dan penetrasi oleh dua pria lainnya.

Tiga buah penis kini secara bersamaan mendera tiga lubang di tubuh Nurrahmi yang digarap beramai-ramai oleh tiga pria bejat. Ketiga penis itu melesak-lesak dengan kasar di vagina, anus dan mulut Nurrahmi sehingga menyebabkan wanita yang sedang diperkosa itu merasakan kesakitan yang luar biasa. Lenguhan-lenguhan yang tertahan terdengar dari mulut Nurrahmi yang tersumbat sebuah penis. Pria yang sehadapan dengan Nurrahmi meremas-remas payudara wanita itu dari belakang. Dapat dirasakannya betapa kenyalnya buah dada Nurrahmi sedangkan pria di depan Nurrahmi memegang kedua pahanya agar tetap membuka lebar.

Sekitar 20 menitan pemerkosaan gang bang itu berlangsung. Kini ketiga pria itu mulai memacu lebih cepat dan brutal sehingga tubuh Nurrahmi yang terjepit di tengah-tengah itu nampak berguncang-guncang keras. Pria yang memaksa melakukan oral itu kini nampak terlebih dahulu akan mencapai klimaks. Dipegangnya kepala Nurrahmi erat-erat dan ditekannya batang penisnya hingga seluruhnya masuk kedalam mulut Nurrahmi. Nampak Nurrahmi megap-megap berurai air mata dan berusaha mendorong paha laki-laki itu. Sayang sekali pegangan tangan lelaki itu jauh lebih kuat hingga akhirnya terdengar jeritan kepuasan terlontar dari mulutnya. Nurrahmi dapat merasakan cairan kental dan asin di dalam mulutnya yang menandakan bahwa lelaki itu telah menyemprotkan sperma ke dalam mulutnya. Selama beberapa detik pria itu membiarkan batang penisnya di dalam mulut Nurrahmi sebelum kemudian mencabutnya. Senyuman kepuasan nampak di wajah pemerkosa itu

“Servis oral luar biasa…..he he he……” celoteh laki-laki itu

Nampak cairan sisa sperma keluar dari sela-sela bibir sensual Nurrahmi. Kini dua pria yang lain terus memacu sampai akhirnya mereka berejakulasi bersamaan di dalam lubang dubur dan vagina Nurrahmi. Hampir 30 menit tubuh Nurrahmi mereka perkosa bersama-sama. Kini tubuh wanita telanjang yang baru saja digilir itu nampak lemas. Tubuhnya terlentang di atas kasur. Vagina dan anusnya nampak memar kemerahan dengan noda-noda sperma dan darah di sekitarnya. Tatapan matanya nampak sayu dengan air mata yang masih terus mengalir. Isak tangisnya juga masih terdengar. Kini kelima pria yang baru memperkosa Nurrahmi keluar dari ruangan itu dengan tawa terbahak-bahak. Masing-masing terdengar celotehannya mengenai kenikmatan seksual yang baru mereka rengkuh dari tubuh Nurrahmi.
Kini Nurrahmi merasa derita panjang akan mulai lagi……..
Luka di vagina dan anusnya kembali terkuak….
Kini tidak tahu lagi apa yang harus dia lakukan……….
Terbayang dalam lubuk hatinya dua minggu ke depan Kamal akan meminta jatah untuk diberikan kehangatan oleh tubuhnya……
Masih sanggupkah dia……………………….