Tidak banyak yang tahu kalau keberhasilan bercinta tidak terpaku pada sanggup tidaknya orgasme, tapi bagaimana pasangan kita. Kalau dia puas, bisa dikatakan ritual bercinta anda berhasil dengan sukses, apalagi bisa mencapai kepuasan yang berulang.
Namun hal ini jangan dilakukan secara sepihak, karena walau bagaimanapun bercinta membutuhkan dua orang sebagai pasangan. Bila ingin mendapatkan sensasi yang diinginkan, sebaiknya membicarakan dulu hal ini kepada pasangan. Ada persiapan khusus yang menjadi patokan. Setidaknya lakukan pada hari libur, toh anda tidak ingin hari kerja anda terserang kantuk hebat gara-gara ritual bercinta anda yang 'kebablasan'.
Sebagian pasangan yang sudah menikah menganggap bercinta merupakan ritual biasa seperti halnya bangun pagi, sarapan, berangkat kerja dan sebagainya hingga kembali lagi ke rumah. Bercinta masuk pada aktivitas kunci atau aktivitas pamungkas dari kegiatan anda dalam sehari.
Jika ini yang terjadi, anda tidak akan memperoleh lagi stimuli kecil yang pernah anda rasakan dulu ketika masih pacaran. Anda tidak akan deg-degan ketika tangannya menyentuh punggung leher anda. Ini akan lebih parah saat anda tak lagi bisa membedakan kehadiran pasangan anda. Ada atau tidak sama saja suasananya.
Perlu juga sesekali mengintrospeksi diri soal ritual bercinta anda. Jangan sampai pasangan lebih memilih 'jajan' di luar. Kalau beberapa teman enggan dan merasa tabu untuk bercerita, apalagi membocorkan rahasianya, jangan pernah malu bertanya pada ahlinya.
Anda pastinya tahu kemana harus mencarinya, tidak perlu ke lokalisasi untuk urusan yang satu ini, bisa-bisa anda yang ditawar orang. Pergilah atau lebih tepatnya anda mengunjungi tempat hiburan malam, diskotik atau sejenisnya. Cari wanita yang biasa (maaf kalau terkesan kasar) menjual diri. Jalin persahabatan dengan mereka. Anda tidak perlu memberikan identitas anda yang sesungguhnya.
Ajak dia berteman, kalau perlu beberapa orang sekalian. Korek rahasia bercinta mereka, sampai pelanggan bisa merasa ketagihan. Sekali lagi, jangan sampai mereka tahu motivasi anda sesungguhnya. Cari informasi sebanyak-banyaknya, meski ini bukan jalan terbaik, tidak ada salahnya anda mencoba. Toh, keinginan anda adalah ingin mengembalikan romantisme kehidupan anda yang hampir hilang.
Showing posts with label Organ Intim. Show all posts
Showing posts with label Organ Intim. Show all posts
Sunday, September 23, 2012
Trik Hangatkan Romantisme
Labels:
berbagi,
Cinta,
Dewasa,
Hot,
Informasi,
Organ Intim,
Pasangan,
Pria,
Seks,
Seksualitas,
Tips,
Wanita
Manfaat Mencukur Bulu Kemaluan bagi Wanita
Bagi sebagian wanita mencukur bulu kemaluan penting untuk dilakukan. Tapi ada juga yang merasa malas mencukur bulu sekitar area genital tersebut. Lalu, seberapa pentingkah bulu untuk dicukur?
Pakar andrologi Prof Dr dr Nukman Moeloek, Sp And mengakui bulu kemaluan memang tidak selamanya harus dicukur. "Kalau mau cukur ya tinggal cukur, kalau tidak juga tidak apa-apa. Yang penting usahakan tetap bersih," kata Prof Nukman.
Selain karena faktor kebersihan, banyak pria yang mengaku menyukai alat kelamin wanita tanpa bulu karena terlihat lebih seksi. Benarkah demikian? "Itu sih tergantung persepsi tiap orang. Ada yang suka seperti itu ada juga yang tidak mempermasalahkannya," tutur Prof Nukman.
Menurut Guru Besar Andrologi dan Biologi Kedokteran Universitas Indonesia itu, umumnya pertumbuhan rambut akan terhenti setelah 2 bulan. Jadi rambut kemaluan yang sudah panjang tidak akan bertambah panjang terus meski tidak dicukur.
Namun rambut kemaluan yang tidak dicukur memang berisiko sebagai tempat berkembangnya bakteri jika tidak dibersihkan dengan baik. Tapi jika dibersihkan dengan benar, bakteri tidak akan berkembang di sana. "Seperti rambut saja, walaupun panjang tapi kalau bersih, ya nggak masalah." katanya.
Pisau cukur adalah senjata yang sangat populer yang menjadi pilihan untuk menghilangkan rambut kemaluan. Bagi kebanyakan orang, teknik perawatan ini adalah solusi yang baik dibanding dengan teknik menggunting. Yang harus diperhatikan, memangkas rambut kemaluan dengan pisau cukur sebaiknya dilakukan setelah membasahinya dengan air hangat.
"Sebelum dicukur, jangan lupa dibasahi dan diberi sabun dulu agar licin dan gampang mencukurnya," ujar Prof Nukman. Selain teknik mencukur dengan pisau cukur, teknik lainnya yang bisa digunakan adalah teknik elektrolisa, laser, waxing (lilin) atau menggunakan obat penghilang rambut.
Teknik elektrolisa bisa menghilangkan bulu kemaluan secara permanen hanya dalam satu kali perawatan, tapi harganya cukup mahal. Sedangkan teknik waxing tidak terlalu dianjurkan karena menimbulkan rasa sakit pada bagian alat kemaluan yang memang sangat sensitif.
Mau dicukur atau tidak, yang pasti rambut kemaluan harus dijaga kebersihannya. "Yang jelas, semua yang ada pada diri manusia itu adalah pemberian Tuhan, jadi harus selalu dipelihara," kata Prof Nukman.
Pakar andrologi Prof Dr dr Nukman Moeloek, Sp And mengakui bulu kemaluan memang tidak selamanya harus dicukur. "Kalau mau cukur ya tinggal cukur, kalau tidak juga tidak apa-apa. Yang penting usahakan tetap bersih," kata Prof Nukman.
Selain karena faktor kebersihan, banyak pria yang mengaku menyukai alat kelamin wanita tanpa bulu karena terlihat lebih seksi. Benarkah demikian? "Itu sih tergantung persepsi tiap orang. Ada yang suka seperti itu ada juga yang tidak mempermasalahkannya," tutur Prof Nukman.
Menurut Guru Besar Andrologi dan Biologi Kedokteran Universitas Indonesia itu, umumnya pertumbuhan rambut akan terhenti setelah 2 bulan. Jadi rambut kemaluan yang sudah panjang tidak akan bertambah panjang terus meski tidak dicukur.
Namun rambut kemaluan yang tidak dicukur memang berisiko sebagai tempat berkembangnya bakteri jika tidak dibersihkan dengan baik. Tapi jika dibersihkan dengan benar, bakteri tidak akan berkembang di sana. "Seperti rambut saja, walaupun panjang tapi kalau bersih, ya nggak masalah." katanya.
Pisau cukur adalah senjata yang sangat populer yang menjadi pilihan untuk menghilangkan rambut kemaluan. Bagi kebanyakan orang, teknik perawatan ini adalah solusi yang baik dibanding dengan teknik menggunting. Yang harus diperhatikan, memangkas rambut kemaluan dengan pisau cukur sebaiknya dilakukan setelah membasahinya dengan air hangat.
"Sebelum dicukur, jangan lupa dibasahi dan diberi sabun dulu agar licin dan gampang mencukurnya," ujar Prof Nukman. Selain teknik mencukur dengan pisau cukur, teknik lainnya yang bisa digunakan adalah teknik elektrolisa, laser, waxing (lilin) atau menggunakan obat penghilang rambut.
Teknik elektrolisa bisa menghilangkan bulu kemaluan secara permanen hanya dalam satu kali perawatan, tapi harganya cukup mahal. Sedangkan teknik waxing tidak terlalu dianjurkan karena menimbulkan rasa sakit pada bagian alat kemaluan yang memang sangat sensitif.
Mau dicukur atau tidak, yang pasti rambut kemaluan harus dijaga kebersihannya. "Yang jelas, semua yang ada pada diri manusia itu adalah pemberian Tuhan, jadi harus selalu dipelihara," kata Prof Nukman.
Labels:
berbagi,
Dewasa,
Fakta,
Informasi,
Kesehatan,
Kewanitaan,
Menarik,
Organ Intim,
Tips,
Wanita

